Bukan Hanya di Bumi, Ternyata Laut Juga Pernah Ada di Planet Mars

oleh -
oleh
Temuan-mengejutkan-laut-di-mars//dream.co.id

PUBLIKKALTIM.COM – Berita Mancanegara yang dikutip PUBLIKKALTIM.COM tentang dugaan Planet Mars kuno yang basah menunjukkan bahwa sungai, lautan, dan curah hujan pernah ada di Mars.

Seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan ternologi, para ilmuwan berlomba lomba untuk melakukan penelitian bukan hanya di Bumi tetapi juga di luar bumi, diantaranya Planet Mars.

Berbagai penelitian telah mengungkapkan bahwa Mars memiliki air yang terperangkap di lapisan es kutubnya. Ilmuwan terus menelusuri untuk membuktikan betapa basahnya planet ini miliaran tahun lalu, yang akan menggiring adanya tanda-tanda kehidupan di Planet Merah.
Sebuah studi terbaru mengungkapkan, Mars dimasa awal kehidupannya tertutup lapisan es.

Pernyataan ini bertolak belakang dengan teori dominan yang menyebutkan Mars dulunya adalah planet yang hangat dan basah.

Hipotesis Mars kuno yang basah menunjukkan bahwa sungai, lautan, dan curah hujan pernah ada di Mars.

Salah satu bukti utama yang dikemukakan adalah adanya jaringan lembah yang luas di belahan bagian selatan Mars.

Lembah ini terlihat sangat mirip dengan cekungan drainase sungai di Bumi, yang diukir oleh air dari hujan, es, dan salju yang membentuk sungai saat mengalir menuruni lereng gunung.

Dikutip dari IFL Science, lembah Mars terbentuk sekitar 3,5 hingga 3,9 miliar tahun lalu.

Jika lembah ini benar-benar diukir oleh aliran sungai, artinya iklim Mars pada waktu itu hangat dan basah, yang meningkatkan kemungkinan potensinya mendukung kehidupan.

Namun, studi dari Nature Geoscience yang dipimpin Anna Grau Galofre dari University of British Columbia, mengklaim bahwa jika diamati lebih dekat, lembah-lembah ini memiliki lebih banyak kesamaan dengan saluran subglasial di Arktik, Kanada yang diukir oleh air yang mencair di bawah es glasial, bukan sungai.

BERITA LAINNYA :  Ayah dan Anak Tewas di Dalam Penjara, Diduga Dianiaya

“Selama 40 tahun terakhir, sejak lembah Mars pertama kali ditemukan, asumsinya adalah bahwa sungai pernah mengalir di Mars, mengikis dan berasal dari semua lembah ini,” kata Grau Galofre.

Dikatakannya, ada ratusan lembah di Mars, dan mereka terlihat sangat berbeda satu sama lain.

Jika melihat Bumi dari satelit, kita akan melihat banyak lembah.

Beberapa di antaranya ada yang dibuat oleh aliran sungai, gletser, dan bermacam proses lainnya.

Masing-masing jenis memiliki bentuk yang berbeda.

“Mars pun serupa, di mana lembah terlihat sangat berbeda satu sama lain, menunjukkan bahwa banyak proses berperan untuk mengukir mereka,” ujarnya.

Dalam studinya, Grau Galofre dan timnya menganalisis bentuk lebih dari 10.000 lembah Mars menggunakan data yang dikumpulkan dari Mars Global Surveyor, dan mensurvei planet ini antara tahun 1996 dan 2006.

Dengan melihat ciri-ciri fisik lembah, Grau Galofre menentukan bahwa meskipun beberapa lembah memiliki ciri-ciri yang menunjukkan bahwa mereka diukir oleh sungai yang mengalir, tetapi banyak juga yang tampak seperti diukir oleh gletser.

Awan Memanjang Aneh Kembali Muncul di Mars Yang jelas, temuan ini memperkuat teori ‘Mars kuno yang dingin dan ber-es’, dengan menantang teori ‘Mars yang hangat dan basah’.

Penemuan ini juga punya daya tarik tentang penjelasan pembentukan lembah-lembah di Mars. (*)

Artikel ini telah tayang di inet.detik.com dengan judul ” Percaya Tidak, Planet Mars Dulunya Diselimuti Es” https://inet.detik.com/science/d-5123464/percaya-tidak-planet-mars-dulunya-diselimuti-es