Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud Buka Suara: Semoga Masyarakat PPU Tetap Semangat

oleh -
Tersangka Kasus Korupsi Abdul Gafur Masud/tribunnews.com

PUBLIKKALTIM.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan 6 tersangka hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang melibatkan Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Mas’ud (AGM).

Keterangan ini disampaikan melalui siaran pers di gedung KPK , Jakarta, Kamis (13/1/2022) malam.

banner Pemkot

Keterangan pers disampaikan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, didampingi Plt. Juru Bicara KPK, Ali Fikri.

Dalam keterangannya, AGM diduga menerima suap dan gratifikasi pengadaan barang dan jasa dengan nilai kontrak Rp112 miliar.

AGM juga diduga menerima suap dari proyek multiyears peningkatan jalan Sotek-Bukit Subur, dengan nilai kontrak Rp58 miliar.

Pembangunan perpustakaan dengan nilai kontrak Rp9,9 miliar.

Tersangka juga diduga menerima sejumlah uang atas penerbitan beberapa perizinan antara lain perizinan untuk HGU lahan sawit di Kabupaten PPU dan perizinan bleach plant (pemecah batu) pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten PPU.

Kini Abdul Gafur Mas’ud dkk telah ditahan KPK.

Meskipun demikian, AGM berharap warganya tetap semangat.

“Semoga masyarakat PPU tetap semangat,” kata Abdul Gafur saat dibawa ke mobil tahanan KPK, Jumat (14/1/2022).

BERITA LAINNYA :  Pemutaran Musik Saat Pernikahan Berujung Maut, Ini Penyebabnya

Dia juga berharap warganya dalam keberkahan Allah. Gafur ogah bicara soal kasus yang menjeratnya.

“Selalu dalam keberkahan Allah,” ujarnya.

Berikut daftar enam orang yang ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam kasus ini:

Sebagai pemberi:

1. Achmad Zuhdi alias Yudi (AZ) selaku pihak swasta.

Sebagai penerima
1. Bupati Kabupaten Penajam Paser Utara Periode 2018-2023, Abdul Gafur Mas’ud.
2. Plt Sekda Kabupaten Penajam Paser Utara Mulyadi
3. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Penajam Paser Utara Edi Hasmoro
4) Kepala Bidang Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Penajam Paser Utara Jusman
5) Swasta / Bendahara Umum DPC Partai Demokrat Balikpapan Nur Afifah Balqis. (*)