Feby mengaku bersyukur mendapat kesempatan untuk kembali bermain film.
Ia menilai tawaran tersebut datang pada waktu yang tepat setelah cukup lama meninggalkan aktivitas syuting.
Meski menyambut comeback dengan antusias, Feby tidak menampik rasa gugup ketika harus kembali berhadapan dengan kamera.
Setelah bertahun-tahun tidak menjalani proses syuting secara rutin, ia membutuhkan waktu untuk kembali menyesuaikan diri dengan suasana di lokasi.
“Pertama kali saya syuting lagi setelah sekian lama, hari-hari pertama saya ingat itu saya deg-degan banget. Pressure-nya ada banget,” ujar Feby Febiola.
Feby kemudian memanfaatkan proses praproduksi, terutama sesi reading bersama para pemain lain, untuk mempersiapkan diri sebelum kamera mulai merekam.
Menurutnya, reading membantunya mengembalikan rasa percaya diri yang sempat goyah setelah lama meninggalkan dunia akting.
Ia berusaha menjalani proses tersebut dengan sebaik mungkin meski masih memiliki keraguan terhadap kemampuannya.
“Jadi ya udah, saya pasrah aja. Saya mencoba karena kan sebelum syuting sudah ada reading. Saya coba melakukan yang terbaik walaupun itu pun saya juga nggak tahu ya apakah itu sudah terbaik atau belum,” ungkapnya.
Pengalaman tersebut menjadi bagian penting bagi Feby untuk kembali menemukan ritme dalam menjalani aktivitas sebagai aktris.
Ia juga harus beradaptasi dengan kondisi industri dan lingkungan syuting yang menurutnya kini terasa berbeda dibandingkan masa ketika ia masih aktif berkarier di Jakarta.
Setelah kembali ke dunia akting, Feby menegaskan dirinya tidak akan langsung menerima setiap tawaran film yang datang.
Ia kini harus mempertimbangkan lebih banyak hal, terutama karena sudah menetap di Bali selama 11 tahun.
Jarak antara Bali dan Jakarta menjadi salah satu pertimbangan utama ketika ia menerima pekerjaan.
Feby ingin memastikan proyek yang dipilih tidak mengganggu kehidupan dan aktivitasnya di Pulau Dewata.
“Karena sekarang saya nggak tinggal di Jakarta ya, saya sudah 11 tahun tinggal di luar Jakarta gitu. Jadi pasti banyak hal yang saya pikirkanlah untuk menerima sebuah film. Jadi pasti seleksinya akan lebih banyak lagi,” tutur Feby.
Dengan pertimbangan tersebut, Feby memilih lebih selektif dalam menentukan proyek akting berikutnya. (*)