Dapat Pujian dari Mendagri, Andi Harun Beberkan Kunci Utama Suksesnya Pengendalian Inflasi di Samarinda

oleh -
oleh
Wali Kota Samarinda, Andi Harun/IST

PUBLIKKALTIM.COM – Pemkot Samarinda dapat pujian dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Hal itu bukan tanpa alasan, pasalnya Samarinda menjadi kota inflasi yang paling rendah secara Nasional.

Hal itu terungkap saat bahas koordinasi pengendalian inflasi melalui Zoom Meeting yang diikuti seluruh kepala daerah se Indonesia.

Pada saat zoom meeting itu juga dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian.

Terkait hal itu, Andi Harun mengatakan bahwa kota Samarinda melakukan  kolaborasi dan sinergitas merupakan kunci utama suksesnya pengendalian inflasi di Kota Samarinda.

“Pertama kunci utama adalah kolaborasi dan sinergi pengendalian inflasi dan pertumbuhan ekonomi,” kata Andi Harun saat ditemui usai zoom pada Senin (13/3/2023).

Andi Harun mengatakan pihaknya telah  koordinasi dengan Forum komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda),TNI Polri, Kejaksaan, Bank Indonesia, BPOM, lembaga pembiayaan dan dunia usaha untuk melakukan gerakan menjaga inflasi.

“Karena sebagaimana Pak Menteri amanatkan kami laksanakan, bahwa pengendalian inflasi dan menjaga pertumbuhan itu tidak bisa dilaksanakan sendiri. Harus melibatkan semua pihak,”ujarnya.

Orang nomor satu di kota tepian ini mengatakan selain kolaborasi, bentuk intervensi penanganan inflasi oleh Pemkot Samarinda adalah berupa pengontrolan harga setiap harinya di pasar, operasi pasar murah, penanaman cabai hingga kerjasama dengan daerah penghasil.

Upaya tersebut mendapat apresiasi dari Mendagri RI, Tito Karnavian.

Menurutnya sinergi adalah hal yang mudah untuk diucapkan, tapi sulit direalisasikan.

Bahkan ia katakan bahwa Samarinda mampu merealisasikan itu padahal Samarinda bukan daerah penghasil.

BERITA LAINNYA :  DPKH Kaltim Kembangkan Program Mini Ranch, Ketersediaan Lahan Jadi Usulan

“Meskipun bukan daerah penghasil karena kota, tapi mampu menjaga ketersediaan bahan melalui kerjasama antar daerah dengan daerah-daerah penghasil bahkan sampai ke Jawa Timur,” kata Tito pada saat Zoom Meeting tersebut.

Lebih lanjut, tim redaksi dapatkan pula paparan akan pengendalian inflasi Kota Samarinda.

Dijabarkan, bahwa untuk inflasi year to year (YOY) untuk Samarinda ada di angka 4,91 persen.

Sementara untuk inflasi year to date (YTD) adalah 0, 40 persen. Kemudian untuk inflasi month to month (MOM) adalah – 0, 04 persen.

Secara garis besar, dapat dilihat inflasi YOY Samarinda lebih kecil dibandingkan angka inflasi YOY nasional sebesar 5, 47 persen.

Dijabarkan pula beberapa langkah upaya detail untuk pengendalian inflasi daerah

Misalnya, pada upaya keterjangkauan harga, dilakukan gelar operasi pasar reguler untuk 22 kegiatan.

Lalu ada gelar pangan murah untuk 10 kegiatan.

Sementara itu, untuk ketersediaan pasokan, beberapa hal dilakukan di antaranya penanaman cabai hingga 10 hektar, serta meliputi juga sidak bahan pokok penting. (adv)