Pelajar kelas 3 SMA itu diamankan, pada Sabtu (24/5/2025).
Ibu kandung pelajar tersebut membenarkan penangkapan itu.
Anaknya ditangkap saat pulang membeli air galon.
“Pas dari beli air galon langsung diambil anakku sama motornya,” kata ibu terduga teroris, Sabtu (24/5) dikutip dari cnnindonesia.
Sang ibu itu tidak yakin anaknya terlibat dengan kegiatan terorisme.
Alasannya, anaknya rutin beribadah dan jarang keluar rumah kecuali untuk keperluan tertentu.
“Kalau tidak disuruh, tidak keluar. Salat juga biasa di masjid dekat rumah,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua RT setempat, Nasir Daeng Nai mengatakan bahwa sehari-hari pelajar tersebut hanya melakukan aktivitas mengajar mengaji di rumah tahfidz Alquran gratis di Gowa.
“Dia tinggal di sini, tapi mengajar di Palangga. Aktivitas lainnya saya tidak tahu,” pungkasnya. (*)