Di Hadapan Peserta Jambore Nasional Green Generation, Isran Noor Ungkap Alasan Pemindahan IKN ke Kaltim

oleh -
oleh
Isran Noor, Gubernur Kaltim

PUBLIKKALTIM.COM – Gubernur Kaltim, Isran Noor mengungkap latar belakang pemindahan IKN ke Kaltim tepatnya di wilayah Sepaku, Penajam Paser Utara.

Isran Noor mengatakan pemindahan IKN ke Kaltim agar terjadi pemerataan ekonomi.

Hal ini disampaikan Isran Noor saat membuka Jambore Nasional Green Generation di Hotel Royal Suite Balikpapan, Senin (3/10/2022) malam.

“Salah satu alasan pemindahan IKN ke Kaltim yaitu agar terjadi pemerataan ekonomi,” kata Isran Noor di hadapan puluhan peserta jambore yang merupakan perwakilan pelajar dari 34 provinsi di Indonesia.

Pemerataan ekonomi ini kata Isran Noor, tidak pernah disebutkan oleh sejumlah pihak yang tidak setuju dengan adanya pemindahan IKN ke Kaltim.

Lanjut ia mengatakan pihak yang tidak setuju dengan pemindahan IKN ini hanya melihat dari aspek pembiayaan dan keuangan karena  proyek tersebut akan memerlukan anggaran yang cukup besar.

Tetapi aspek-aspek lainnya kata dia luput dari perhatian pihak yang tidak setuju dengan pemindahan IKN ini.

“Aspek keadilan dan pemerataan ekonomi tidak disebutkan. Saya sampaikan ini bukan karena saya berada di Kaltim, karena IKN itu milik bangsa, milik generasi kita mendatang bahkan milik bangsa-bangsa di dunia,” tegas Isran.

BERITA LAINNYA :  Gubernur Kaltim Klaim Silpa Positif, Ketua Dewan Minta Tetap Lakukan Evaluasi

Gubernur Isran juga menepis anggapan pembangunan IKN akan merusak lingkungan, karena justru pembangunan ibu kota nantinya berkonsep forest city dengan tetap mempertahankan keanekaragaman hayati.

“Jadi kita akan bangun kota itu asli hutannya kecuali di kawasan inti pemerintahan yang sedikit pepohonannya,” tuturnya.

Lanjut orang nomor satu di Bumi Mulawarman itu mengatakan, saat ini sudah dibangun pusat persemaian di Mentawir PPU, yang mampu menghasilkan  sedikitnya 20 juta batang pohon endemik Kalimantan dan pohon nusantara lainnya. Nantinya akan terjadi interaksi alam dengan manusia di IKN.

Burung-burung dan satwa lain akan berkembang jika banyak pohon di kawasan itu dan akan terjaga  kelestariannya.

“Kenapa ini dilakukan, bukan saya atau  Pak Jakowi yang menikmati, tetapi untuk kalian semua generasi muda dan kalian lah pemiliknya,” tutur mantan Bupati Kutai Timur ini.

(ADV/ KOMINFO KALTIM).