Di Tengah Efisiensi, Pemkot Samarinda Bakal Maksimalkan Anggaran untuk Kesejahteraan Masyarakat

oleh -
oleh
Wali Kota Samarinda, Andi Harun

PUBLIKKALTIM.COM – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan untuk memaksimalkan anggaran pembangunan demi kesejahteraan masyarakat.

Ia menyebut langkah ini diwujudkan melalui efisiensi anggaran hingga 20% yang dialokasikan ke sektor-sektor prioritas, seperti pengendalian banjir, penyediaan air bersih, serta pendidikan dan kesehatan.

“Kita harus selalu berusaha untuk sebanyak-banyaknya kegiatan yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Andi Harun.

Salah satu dampak nyata dari efisiensi anggaran ini adalah penyesuaian pembangunan proyek Teras Samarinda.

Awalnya, pemerintah merencanakan dua jalur baru, yakni dari Teras 1 menuju Pelabuhan Pelindo dan dari Teras 1 ke Teluk Lerong.

Namun, demi mengoptimalkan anggaran, pemerintah memutuskan untuk menuntaskan satu jalur saja, yaitu dari Teras 1 ke Pelindo.

“Kita selesaikan satu jalur tahun ini, tuntas, tanpa harus berlanjut hingga dua tahun seperti pembangunan Teras 1,”jelas Andi Harun.

Dana yang dihemat dari efisiensi ini akan dialokasikan untuk proyek-proyek krusial, termasuk pembangunan kolam retensi di Pampang dan Sungai Siring dengan anggaran Rp30 miliar.

Kolam ini diharapkan mampu meminimalisir dampak banjir yang kerap melanda Samarinda.

BERITA LAINNYA :  Dugaan Korupsi Garuda Dilaporkan ke Kejagung Bukan KPK, Erick Thohir Beberkan Alasannya

“Peristiwa banjir kemarin cukup menjadi pelajaran bagi kita. Kolam retensi ini sangat mendesak, jadi tahun ini kita prioritaskan pembangunannya,” tegasnya.

Tak hanya infrastruktur, sektor kesehatan juga mendapat perhatian serius.

Pemerintah memastikan puskesmas di Samarinda memiliki stok obat yang memadai, demi mendukung pelayanan kesehatan yang optimal.

Selain itu, sektor pendidikan juga tak luput dari perhatian, dengan alokasi anggaran untuk rehabilitasi beberapa sekolah, termasuk SMP di Batu Saung.

Lebih lanjut, Andi Harun menekankan pentingnya sinergi antar instansi dalam mendukung pembangunan yang pro-rakyat.

Program 100% akses air bersih hingga 2029 menjadi salah satu prioritas utama.

“Kalau di daerah ada air, ekonomi bergerak. Warung, kos-kosan, dan usaha kecil lainnya bisa berjalan,” pungkasnya. (*)