Diduga Jadi Penyebab Terjadinya Banjir, DPRD Samarinda Akan Tinjau Lokasi Tambang Bulan Ini

oleh -

PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Tambang ilegal di Kalimantan Timur (Kaltim)  marak terjadi.

Tak Terkecuali di Samarinda. Akibatnya, pemukiman masyarakat Kota Tepian ini sering terendam banjir.

Hal itu tentu menjadi sorotan dari Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Angkasa Jaya Djoerani.

Angkasa sapaannya menduga aktivitas tambang ilegal tersebut yang menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir.

Salah satu aktivitas tambang ilegal terjadi di daerah Desa Muang Dalam, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara.

Dikabarkan, hingga saat ini penolakan warga masih terus bergulir.

Angkasa mengatakan, pihaknya akan melakukan tinjauan lapangan pada Oktober 2021 ini.

Dirinya menegaskan, meski pihaknya tak memiliki wewenang terkait maraknya tambang ilegal, namun Komisi III DPRD Samarinda ingin memastikan apakah lubang-lubang tambang batu bara atau biasa disebut void itu memiliki korelasi dengan meningkatnya banjir di Samarinda.

“Hasil tinjauan kemudian akan diteruskan kepada pemerintah kota,” kata Angkasa  saat diwawancara Senin (4/10/2021).

Angkasa menambahkan, tinjauan pihaknya dalam waktu dekat ini tak hanya berfokus pada tambang ilegal.

BERITA LAINNYA :  Update 18 Juni 2020, Kaltim Tambah 8 Pasien Positif Corona, Total 405 Kasus

Namun juga kepada pertambangan batu bara yang beroperasi melalui Izin Usaha Pertambangan (IUP), Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), serta Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B).

“Kami mau lihat apa yang sebenarnya mereka (perusahaan) lakukan. Apakah void itu menjadi penyumbang atau bahkan penyebab masalah banjir di Kota Tepian,” ujarnya.

Politisi PDIP itu mengatakan tinjauan Komisi III nantinya turut mengecek jaminan reklamasi pasca tambang yang menjadi kewajiban perusahaan.

“Tinjauan akan kami mulai dari daerah Utara. Termasuk mengecek yang di Muang Dalam itu juga. Kemudian penyisiaran berlanjut ke daerah Sungai Kunjang, sekaligus melihat potensi void yang hendak dijadikan kolam retensi oleh wali kota,” terangnya (Advertorial)