PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Covid-19 menunjukan tingkat penularan yang tinggi.
Virus inipun tidak mengenal jabatan untuk menulari. Di Kaltim, baik Wali Gubernur, hingga Kepala Dinas, turut tertular virus asal Wuhan ini.
Di kontestasi politik, dua orang bahkan menjadi korban Covid-19, yakni Muharram (peserta Pilbup Berau) dan Adi Darma (Peserta Pilwali Bonyang).
Sabtu (10/10/2020) beredar kabar salah satu peserta Pilwali Samarinda 2020 terkonfirmasi positif Covid-19.
Beredar di aplikasi chatting WhatsApp, Zairin Zain, Calon Wali Kota Samarinda, nomor urut 03, terkonfirmasi positif, dan saat ini melakukan isolasi mandiri di kediaman pribadi.
Redaksi mencoba mengkonfirmasi kabar tersebut ke Zairin Zain.
Namun, saat dihubungi via sambungan telepon, nomor bersangkutan tidak bisa dihubungi.
Sementara saat dikonfirmasi menggunkanan aplikasi WhatsApp dan pesan singkat (SMS) juga tidak mendapat tanggapan dari yang bersangkutan, hingga berita ini ditulis.
Dari sedikit informasi yang beredar, Zairin disebut terkonfirmasi positif saat melakukan pemeriksaan di Bapelkes Samarinda.
Dihubungi, Ismed Kusasih, Plt Kepala Dinas Kesehatan Samarinda menyebut dirinya tidak memegang daftar nama pasien terkonfirmasi. Untuk itu dirinya belum bisa memastikan nama Zairin Zain apakah ada di daftar tersebut.
“Wah, saya harus liat data dulu,” kata Ismed, Sabtu (10/10/2020).
Ismed lalu menyarankan awak media agar mengkonfirmasi langsung Zairin Zain.
“Langsung konfirmasi yang bersangkutan ya,” tambahnya.
Senada dengan Plt Kadinkes Samarinda, Tim Surveillance Covid-19 Samarinda, dr Ery Wardhana enggan menyawab terkait kabar salah satu peserta Pilwali Samarinda terkonfirmasi positif.
Dirinya meminta media untuk mengkonfirmasi secara langsung ke Zairin maupun ke KPU Samarinda.
“Ke yang bersangkutan atau timses-nya, atau KPU ya,” jawabnya singkat. (*)