PUBLIKKALTIM.COM – Pada Senin (12/5/2025) kemarin, hampir di seluruh wilayah Samarinda tergenang banjir.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim menyadari, bahwa salah satu penyebab utama banjir adalah intensitas hujan yang tinggi.
Kendati demikian, ia ingin Pemkot Samarinda mengevaluasi seluruh program pengendalian banjir yang telah dikerjakan selama ini.
“Kita harus cari tahu apa yang salah, di mana yang tidak berjalan. Ini bukan sekadar peristiwa tahunan yang biasa,” ujarnya.
Ia menyampaikan, pihaknya berencana memanggil instansi terkait dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk mengklarifikasi terkait evaluasi penanganan banjir tersebut.
“Secepatnya kita adakan pertemuan, surat pemanggilan akan segera kami layangkan (dinas terkait),” tegasnya.
Politisi PKS ini menegaskan, bahwa pihaknya ingin mengevaluasi secara menyeluruh permasalahan yang terjadi, apakah terletak di hulu, hilir, atau bahkan pada sistem drainase yang tak mampu menampung debit air saat curah hujan turun.
“Kalau memang hulu jadi masalah, kolam retensi harus jadi solusi konkret. Tapi kalau hilirnya yang menyempit, itu yang harus dibenahi,” pungkasnya.
Sebelumnya, Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, bahwa banjir yang selama ini rutin melanda kota bisa dikurangi secara signifikan dalam waktu 3 sampai 5 tahun ke depan.
Salah satu fokus penanganan berada di Sungai Karang Mumus, namun Andi Harun menyampaikan, persoalan tidak cukup jika hanya ditangani di satu titik.
Ia mengungkapkan, bahwa program-program besar kini telah disusun terarah dari revitalisasi drainase hingga pembangunan kolam retensi dan tanggul.
Namun untuk mengejar target 5 tahun, dibutuhkan sinergi lintas instansi.
“Terkait penanggulangan banjir, bukan hanya Karang Mumus. Seperti misalnya pengerukan sungai atau pembenahan sungai sebagai saluran utama kita,” pungkasnya. (adv)