PUBLIKKALTIM.COM – Berita Nasional yang dikutip PUBLIKKALTIM.COM tentang proses penggerebekan bandar narkoba, namun sejumlah warga justru menghalang-halangi petugas hingga melakukan aksi anarkis.
Tindak kriminal terjadi di Desa Rugemuk, Kecamatan Pantai Labu Provinsi Sumatra Utara.
Ironisnya, kejadian kali justru dilakukan oleh sekelompok orang yang berusaha melindungi bandar narkoba dan memukuli petugas yang hendak menangkap bandar tersebut.
Insiden mengejutkan tersebut terjadi saat petugas Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Deli Serdang menggerebek buronan narkoba.
Bukannya membantu petugas, sejumlah warga justru menghalang-halangi petugas hingga melakukan aksi anarki. Mobil digulingkan, para petugas dipukuli. Sekelompok warga itu pun melindungi buronan narkoba hingga berhasil melarikan diri.
Kepala Satuan Resere Kriminal Polresta Deli Serdang Kompol Firdaus mengatakan awalnya, petugas BNNK menggerebek sebuah rumah di Desa Rugemuk, Kecamatan Pantai Labu.
Di rumah tersebut, seorang pria yang selama ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) tinggal.
Pria itu merupakan buronan kasus narkoba.
Awalnya penggerebekan berjalan lancar.
Petugas berhasil menangkap buronan itu.
Tiba-tiba sekelompok warga yang melihat penangkapan, malah mengeroyok petugas.
Diduga, mereka masih memiliki hubungan keluarga dengan buronan tersebut.
Tak hanya menghalang-halangi, ada oknum yang kemudian memprovokasi warga lainnya.
Jumlah warga bahkan semakin bertambah banyak hingga membuat petugas BNNK kewalahan.
Ironisnya, mereka juga memukuli petugas BNNK. “Petugas sempat dipukuli dan mengalami luka-luka,” kata Firdaus.
Aksi anarki masih berlangsung.
Usai memukuli petugas, warga yang terprovokasi merusak mobil BNNK dan menggulingkannya.
Petugas pun terpaksa menyelamatkan diri.
Sedangkan buronan yang awalnya telah dibekuk berhasil kabur.
“DPO yang sebelumnya tertangkap berhasil melarikan diri,” ujar Firdaus.
Menyusul insiden itu, Polsek Beringin mendatangi lokasi dan menyelidiki.
Dua orang yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut kini ditangkap dan diperiksa.
Mereka diduga masih memiliki hubungan saudara dengan buronan narkoba itu.
“Jadi barusan ada 2 orang diamankan, Ini lagi dipemeriksaan secara intensif. Jadi setelah pemeriksaan nanti kita gelar perkara untuk menentukan statusnya, Sampai saat ini masih saksi,” kata Firdaus.
Polisi kemudian menetapkan 11 orang sebagai tersangka dalam kasus tersebut.
Adapun dari 11 orang, baru 2 orang yang berhasil ditangkap, Sedangkan 9 lainnya masih diburu.
Bahkan salah satu tersangka rupanya adalah seorang kepala dusun. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Saat Buronan Narkoba Dilindungi, Petugas BNNK Dipukuli dan Mobil Digulingkan Secara Anarki”, Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2020/08/08/05450021/saat-buronan-narkoba-dilindungi-petugas-bnnk-dipukuli-dan-mobil-digulingkan?page=all.