PUBLIKKALTIM.COM – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud dikabarkan hendak mencopot posisi Norhayati Usman dari posisinya sebagai Sekretaris Dewan (Sekretaris) DPRD Kaltim.
Kabar ini mencuat dari informasi internal yang di dapat media ini dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Diinformasikan, beberapa waktu lalu Gubernur Rudy Mas’ud menggelar rapat dengan pimpinan Operasi Perangkat Daerah (OPD).
Dalam rapat internal itu membahas ketidakhadiran Gubernur Rudy Mas’ud di agenda Sidang Paripurna DPRD Kaltim.
Ketidakhadiran Gubernur Kaltim itu lantas menjadi musabab dicopotnya Norhayati.
Sebab Sekwan DPRD Kaltim itu dinilai tidak baik menjalankan tugas koordinasi Gubernur untuk menghadiri undangan Rapat Paripurna DPRD Kaltim.
Merespon hal tersebut, Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Sigit Wibowo dengan cepat membantah kesalahan Norhayati.
“Ya itu salahnya pemprov lah. Bukan di kita, sembarangan aja. Kan jadwalnya itu sudah dikasih lama. Kan itu undangan bukan jadwal. Kalau semisal undangan badan musyawarah (banmus) kan pasti sudah dikirim. Sekda dapat, semuanya. Sudah dikirim semua, jangan disalahkan sekretaris dewan dong. Tugas sekretaris dewan itu melayani DPR,” tegas Sigit.
Bahkan menurut Sigit, titik permasalahan seharusnya diduga berakar dari pihak Protokoler Pemprov Kaltim hingga ke Protokoler Pribadi Gubernur Kaltim.
Bahkan kata Sigit, seharusnya yang menjadi fokus itu bukan perihal jadwal atau undangan Rapat Paripurna. Melainkan ke perwakilan yang hadir untuk mewakili Pemerintah Provinsi Kaltim.
“Kondisinya ini bukan soal jadwalnya. Tapi ketua DPR dan anggota ini bertanya, kenapa yang selalu hadir itu yang ini-ini aja begitu loh. Karena yang selalu mewakili itu staf ahli. Ini bukan sekali dua kali, tapi sudah berkali-kali. Kalau misalnya dari gubernur tidak bisa, ya paling tidak kan ada wagub, kalau tidak bisa juga, ada sekda, atau seminimalnya asisten. Kok ini staf ahli terus. Jadi ini bukan soal miskomunikasi jadwal,” papar Sigit.
Diakhir, Sigit menyampaikan keprihatinannya jika rencana Gubernur Kaltim mencopot Norhayati Usman dari posisi Sekwan DPRD Kaltim akan direalisasikan.
“Jangan juga begitu lah, kasar itu. Sekretaris dewan loh itu, kepala dinas itu, masa begitu,” pungkasnya. (tim redaksi)