PUBLIKKALTIM.COM – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Kalimantan Timur terus berupaya memastikan rumah tahanan negara menjalankan fungsi pembinaan secara optimal.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi, Kanwil Ditjenpas Kaltim meninjau langsung kondisi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanah Grogot, Senin (12/1/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan memastikan pelayanan pemasyarakatan, keamanan, serta program pembinaan warga binaan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Tinjau Langsung Area Vital Rutan
Monitoring dan evaluasi dipimpin Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kanwil Ditjenpas Kaltim, Muhamad Irvan Muayat, bersama Kepala Bidang Pembimbing Kemasyarakatan, Dr Huzaifah Makmur Hidayah.
Keduanya didampingi jajaran petugas pemasyarakatan Rutan Tanah Grogot.
Tim Kanwil melakukan pengecekan langsung ke sejumlah area vital, mulai dari dapur, klinik kesehatan, blok hunian warga binaan, hingga area pelayanan publik.
Mereka memastikan kebersihan, ketertiban, keamanan, serta pemenuhan hak-hak dasar warga binaan tetap terjaga dengan baik.
Muhamad Irvan Muayat menegaskan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi merupakan agenda rutin untuk menjaga kualitas layanan pemasyarakatan.
“Rutan tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalani masa pidana, tetapi juga sebagai ruang pembinaan yang berorientasi pada perubahan perilaku dan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Pastikan Layanan Sesuai SOP
Irvan menambahkan, pihaknya ingin memastikan seluruh layanan pemasyarakatan berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP), mulai dari aspek keamanan, pelayanan kesehatan, hingga pembinaan.
“Monitoring ini penting untuk memastikan hak-hak dasar warga binaan terpenuhi dengan baik dan layanan berjalan sesuai aturan,” kata Irvan.
Dalam kunjungan tersebut, tim Kanwil juga meninjau Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang berada di lingkungan Rutan Tanah Grogot.
SAE dimanfaatkan sebagai media pembinaan keterampilan warga binaan melalui kegiatan pertanian, peternakan, dan kerajinan tangan.
Tim Kanwil mengapresiasi pemanfaatan lahan produktif tersebut karena sejalan dengan kebijakan pemasyarakatan yang menitikberatkan pada pembinaan kemandirian dan reintegrasi sosial.
Irvan menilai, SAE memiliki peran strategis dalam membekali warga binaan dengan keterampilan yang berguna setelah kembali ke masyarakat.
“Kami ingin rutan menjadi tempat transformasi. Sarana asimilasi ini menunjukkan komitmen kami dalam memberdayakan warga binaan agar memiliki keterampilan dan nilai guna,” jelasnya.
Dukung Ketahanan Pangan dan Pembinaan Berkelanjutan
Selain aspek pembinaan, Irvan menyoroti kontribusi SAE dalam mendukung ketahanan pangan di dalam rutan.
Kegiatan pertanian dan peternakan tidak hanya melatih kemandirian warga binaan, tetapi juga membantu pemenuhan kebutuhan internal rutan.
Ia berharap hasil monitoring dan evaluasi ini dapat menjadi bahan perbaikan berkelanjutan demi meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan.
“Seluruh jajaran harus terus berinovasi dalam pembinaan, namun tetap berpegang pada aturan dan SOP. Dengan begitu, tujuan pemasyarakatan dapat tercapai secara maksimal,” pungkasnya. (*)