PUBLIKKALTIM.COM – Pesawat Garuda Indonesia yang mengangkut jemaah haji kloter lima embarkasi Makassar mengalami kerusakan salah satu mesin.
Akibatnya, pesawat tersebut terlihat mengeluarkan percikan api dan terpaksa kembali ke mendarat di bandara asal.
Terkait hal itu, Kementerian Agama memberikan teguran keras kepada Garuda Indonesia.
Juru Bicara Kementerian Agama Anna Hasbie dalam keterangannya, Kamis (16/5) menyayangkan kerusakan mesin pesawat tersebut dan meminta Garuda Indonesia lebih profesional.
Kemenag pun telah menerima permintaan taman maaf Garuda Indonesia imbas insiden tersebut.
Anna menjelaskan pihak Garuda Indonesia memberangkatkan kembali jemaah haji yang tertunda ini pada Rabu (15/5) pukul 21.00 WITA menuju Madinah.
Pesawat ini awalnya disiapkan untuk memberangkatkan kloter enam embarkasi Makassar yang baru akan terbang pagi ini.
Selanjutnya, Garuda Indonesia menyiapkan pesawat lainnya untuk menerbangkan kloter enam pada hari ini.
“Kami menghargai permintaan maaf yang disampaikan. Tapi kita menyayangkan adanya peristiwa kerusakan mesin pesawat dalam penerbangan haji. Garuda Indonesia harus profesional karena ini berkaitan dengan keselamatan penerbangan jemaah. Kita minta kejadian seperti ini tidak terulang,” ujar Anna Hasbie.
Ia menegaskan, Garuda Indonesia harus berkomitmen terhadap keamanan dan keselamatan para jemaah haji dengan mempersiapkan pesawat sebaik mungkin.
Ia berharap jangan sampai rencana perjalanan jemaah yang sudah disusun jadi ikut berantakan.
“Sebab, perubahan jadwal atau penggantian pesawat yang mendadak akan berdampak sistemik, termasuk berkenaan dengan penempatan hotel, transportasi, dan konsumsi jemaah di Madinah,” pungkasnya. (*)