PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Aset Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda yang tumpang-tindih di kawasan perumahan Bengkuring, Sempaja Timur, Samarinda Utara ditanggapi serius oleh anggota dewan.
Lahan seluas 18 hektare milik Pemkot Samarinda tersebut telah diklaim beberapa pihak.
Anehnya, sebagian yang mengklaim itu sudah bersurat.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun menilai persoalan ini perlu dicari duduk perkaranya.
“Seharusnya itu tanah pemkot. Kalau misalnya ada surat double, artinya ada oknum yang menjual. Saya yakin wali kota akan tegas mencari oknum itu siapa,” ujar Afif sapaan akrabnya, Rabu (10/11/2021).
Afif mendorong agar Pemkot Samarinda segera melakukan penelusuran.
Sebab bukan tidak mungkin ada pihak-pihak yang sengaja mengambil keuntungan.
“Tapi oknumnya siapa? Ini kan mafia tanah artinya,” ujarnya.
Afif menambahkan, dalam beberapa kesempatan, dirinya mendengar bahwa Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan akan terus mencari oknum mafia tanah hingga akar persoalan ini bisa rampung.
“Saya pernah dengar sendiri, wali kota bicara oknum akan dicari terus. Ketika memenuhi unsur delik pidana, bahkan akan dipidanakan,” tegas Afif.

Anggota legislatif yang baru saja berpindah di Komisi I DPRD Samarinda itu menyebut, bahwa pihaknya akan terus mendukung langkah pemkot dalam mengelola aset Kota Tepian.
Terlebih, aset pemkot yang satu ini rencananya akan dibuat kolam retensi atau polder dalam penanggulangan banjir di Samarinda.
“Dan memang wali kota punya prinsip, kalau sudah hal begitu pasti akan diselesaikan. Sebagai anggota dewan kami harus mendukung itu. Yang harus di cari oknumnya. Karena warga juga merupakan pembeli,” katanya.
Politisi Gerindra ini mencontohkan kasus serupa pernah terjadi di Gang Ahim di sekitaran Jalan PM Noor.
Sebanyak 33 lapak dibongkar karena menyalahi aturan. Setelah ditindaklanjuti, terdapat oknum yang memperjual-belikan aset tersebut kepada pedagang.
“Saya pikir ini serupa. Jadi yang harus dicari oknumnya,” pungkasnya. (advertorial)