Lomba Kampung Merah Putih, Cara Kecamatan Anggana Perkuat Kebersamaan Warga

oleh -11 views
oleh
Menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, warga dari sembilan desa bahu-membahu menata lingkungan melalui Lomba Kampung Merah Putih/ist

PUBLIKKALTIM.COM  — Lomba Kampung Merah Putih di Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menjadi momentum warga memperkuat kebersamaan sekaligus membenahi lingkungan.

Menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI, masyarakat dari sembilan desa bergotong royong mempercantik kampung, mulai dari membangun gapura hingga menata taman dan pos kamling.

Kegiatan tersebut bukan sekadar ajang menghias lingkungan.

Di balik gapura, umbul-umbul, taman hingga pos kamling yang dibenahi warga, pemerintah kecamatan ingin menghidupkan kembali semangat gotong royong di tingkat kampung.

Camat Anggana Rendra Abadi mengatakan, penilaian Lomba Kampung Merah Putih telah menyambangi sembilan desa yang ada di Kecamatan Anggana.

Menurut Rendra, setiap desa menunjukkan kreativitas masing-masing. Namun, hal yang paling penting dari kegiatan tersebut bukan mengenai siapa yang menjadi juara, melainkan bagaimana masyarakat kembali terlibat langsung dalam membangun lingkungannya.

“Tujuan kami mengadakan Lomba Kampung Merah Putih ini yang pertama adalah meningkatkan kembali jiwa nasionalisme dan kebersamaan antarwarga,” kata Rendra. Rabu (12/8/2026).

Ia melihat persiapan lomba justru menjadi momentum warga untuk saling bekerja sama. Masyarakat secara swadaya memperbaiki berbagai fasilitas dan mempercantik lingkungan agar lebih layak dan nyaman.

Ada warga yang membangun gapura, memasang bendera dan umbul-umbul, memperbaiki taman, menata taman PKK hingga membenahi pos kamling.

“Dengan adanya lomba ini kita lihat sendiri bagaimana masyarakat bergotong royong untuk menyiapkan RT-nya masing-masing,” ujarnya.

Semua RT Akan Mendapat Giliran

Rendra mengatakan, pemerintah kecamatan tidak ingin lomba tersebut hanya dinikmati oleh kelompok atau RT tertentu.

Karena itu, mekanisme perlombaan akan dibuat bergilir setiap tahun.

RT yang sudah mengikuti lomba tahun ini tidak diperbolehkan kembali menjadi peserta pada tahun depan. Dengan begitu, seluruh RT nantinya mendapat kesempatan untuk berbenah dan menunjukkan potensi wilayah masing-masing.

BERITA LAINNYA :  Masuk Bulan Ramadan, Pertamina Pastikan Stok LPG 3 Kilogram Aman

“Lomba seperti ini kami akan terus lakukan setiap tahunnya. RT yang sudah mengikuti lomba tahun ini tidak boleh lagi mengikuti tahun depan,” jelasnya.

Menurut Rendra, mekanisme tersebut sekaligus menjadi cara untuk mendorong pemerataan pembangunan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat.

“Jadi ke depannya semua RT nantinya akan bagus,” katanya.

Ia berharap dampak dari lomba tidak berhenti setelah penilaian selesai. Lingkungan yang sudah diperbaiki diharapkan tetap dirawat dan budaya gotong royong terus dipertahankan.

Bendera Merah Putih Dibagikan ke Warga

Selain lomba, Kecamatan Anggana juga membagikan bendera Merah Putih kepada masyarakat dan pemerintah desa.

Pembagian bendera tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Bupati Kutai Kartanegara untuk menyemarakkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

“Kami berdasarkan instruksi dari Pak Bupati, kemarin sudah diserahkan pemberian Merah Putih dan disuruh teruskan kepada seluruh desa yang ada di kecamatan kami,” kata Rendra.

Bendera kemudian diteruskan kepada masyarakat untuk dipasang di rumah maupun lingkungan masing-masing.

Bagi Rendra, semarak kemerdekaan akan lebih bermakna apabila tidak hanya terlihat dari banyaknya bendera yang terpasang, tetapi juga dari tumbuhnya kepedulian warga terhadap lingkungan.

Sebab, menurut dia, pembangunan di tingkat desa tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Partisipasi masyarakat menjadi bagian penting untuk menciptakan lingkungan yang tertata dan nyaman.

“Memang ada nilai plusnya dari kemerdekaan ini, teman-teman bergotong royong untuk membangun desa masing-masing,” pungkasnya. (*)

1.110 Tayangan