Harga Pangan Jadi Sorotan, Pemkot Samarinda Perkuat Pengendalian Inflasi

oleh -11 views
oleh
Pemkot Samarinda memperketat pengawasan harga dan pasokan pangan menyusul kenaikan inflasi tahunan menjadi 3,77 persen/ist

PUBLIKKALTIM.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memperketat pengawasan harga dan pasokan pangan menyusul kenaikan inflasi tahunan menjadi 3,77 persen.

Pemkot mengerahkan TPID, Satgas Pangan, serta perangkat daerah terkait untuk mengantisipasi kenaikan harga komoditas sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri memimpin konsolidasi pengendalian inflasi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Satgas Pangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Ketapang Tani), serta perangkat daerah terkait, Senin (10/8/2026), di Balai Kota Samarinda.

Dari lokasi yang sama, jajaran Pemkot Samarinda mengikuti secara virtual Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kementerian Dalam Negeri.

Data Jadi Dasar Pengendalian

Saefuddin meminta seluruh pihak membaca perkembangan inflasi berdasarkan data yang akurat.

Menurutnya, data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia (BI) menjadi dasar untuk menentukan komoditas penyumbang inflasi sekaligus mencari penyebab kenaikan harga.

BPS Samarinda menjelaskan kenaikan inflasi tahunan turut dipengaruhi base effect. Pada Juli 2025, Samarinda mengalami deflasi sehingga perbandingan tahunan ikut mendorong angka inflasi.

Di lapangan, daging ayam ras menjadi salah satu komoditas yang terus memberikan tekanan.

Kembali aktifnya kegiatan sekolah dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) meningkatkan permintaan ayam setelah masa libur sekolah.

Meski permintaan meningkat, stok ayam masih aman sekitar 15 ton dengan pasokan rutin mencapai 60 ton per bulan.

Antisipasi Kenaikan Harga Hortikultura

BI Perwakilan Provinsi Kalimantan Timur mencatat kenaikan sejumlah komoditas pada pekan pertama Agustus.

Harga cabai merah keriting naik dari Rp45.700 menjadi Rp50.500 per kilogram.

Cabai rawit merah meningkat dari Rp36.200 menjadi Rp41.700 per kilogram, sedangkan bawang merah naik dari Rp34.500 menjadi Rp35.500 per kilogram.

BERITA LAINNYA :  Gagalkan Peredaran 1 Kg Narkoba di Samarinda, Polda Kaltim: Berawal dari Informasi Warga

Kangkung dan tomat juga menjadi perhatian karena berulang kali memberikan tekanan terhadap inflasi Samarinda.

Kacang kedelai lokal, kacang tanah, dan kacang panjang turut masuk dalam daftar komoditas yang perlu diantisipasi.

Pemkot juga mewaspadai dampak musim kemarau yang diperkirakan BMKG berlangsung hingga Agustus–September.

Saefuddin meminta Ketapang Tani mengoptimalkan mesin pompa dan sarana pengairan untuk menjaga tanaman hortikultura, terutama cabai.

Pemkot juga mendorong gerakan menanam cabai melalui pembagian bibit ke kelurahan dan kecamatan.

Perkuat Distribusi dan Pangan Murah

Dari sisi hilir, Pemkot akan memperluas Gerakan Pangan Murah (GPM) berdasarkan pemetaan wilayah, termasuk kawasan rawan pangan. GPM berikutnya dijadwalkan berlangsung di Kelurahan Selili pada Rabu (12/8/2026).

Pemkot juga menata antrean kendaraan di sekitar SPBU untuk menjaga kelancaran mobilitas dan distribusi barang.

Perum Bulog memastikan stok beras medium mencapai 7.301 ton. Sementara itu, penyaluran Minyakita tetap mengacu pada HET Rp15.700 per liter.

Saefuddin juga mendorong percepatan operasional TPI Harapan Baru untuk memperkuat pasokan ikan segar dan menciptakan persaingan harga yang sehat.

Langkah tersebut menunjukkan komitmen Pemkot Samarinda menjaga stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga sebagai bagian penting dalam melindungi daya beli masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian daerah. (*)

1.069 Tayangan