Menyandang Ustaz hingga Keliling ke Berbagai Daerah untuk Berceramah, Ternyata Gus Nur Tak Pernah Belajar Ilmu Agama di Pesantren

oleh -
oleh
Gus Nur/suara.com

PUBLIKKALTIM.COM – Berita Nasional yang dikutip PUBLIKKALTIM.COM tentang Gus Nur tidak meneruskan sekolah hingga belajar ilmu debus dan ilmu kebal.

Sugi Nur Rahardjo atau Gus Nur tidak pernah belajar agama di pesantren.

Gus Nur belajar sendiri soal ilmu agama.

Selain mengaku tidak punya uang untuk sekolah dan hanya mampu lulus SD, menurut Gus Nur belajar di pesantren tak jamin bisa berguna untuk masyarakat.

Gus Nur tidak meneruskan sekolah hingga belajar ilmu debus dan ilmu kebal.

Belakangan Gus Nur bermasalah karena bongkar kelakuan NU di era Jokowi. Hingga Gus Nur ditangkap.

Lelaki bernama Sugi Nur Rahardjo ini kontroversi dengan menyandang ustaz hingga keliling ke berbagai daerah untuk berceramah.

Ternyata Gus Nur tidak pernah belajar ilmu agama formal di pesantren.

Itu juga dia akui. Dalam sebuah wawancara yang diunggah Hops.id (jaringan Suara.com), Gus Nur mengaku menimba ilmu tanpa seorang guru agama. Dia belajar autodidak.

“Kan di dalam ilmu di dunia ini, ada yang namanya otodidak,” ujar Gus Nur.

Gus Nur kemudian berkisah, sebelum mengenal dan memperdalam ilmu agama, dia sempat menghabiskan harinya menjadi pemain debus bersama ayahnya.
Itulah mengapa, dia mengaku tidak punya waktu mengenyam pendidikan formal dan hanya menyelesaikan sekolah hingga bangku SD.

Gus Nur menjelaskan, dirinya meninggalkan karier sebagai pemain debus setelah ayahnya wafat.

BERITA LAINNYA :  PDIP hingga Gelora Dukung Pemilu 14 Februari 2024, Ini Kata Fahri Hamzah 

Dari situ, dia mengaku baru mulai menekuni agama Islam.

Meski demikian, ilmu debus tidak sepenuhnya dia tinggalkan.

Gus Nur kemudian memanfaatkan ilmu debusnya untuk media dakwah.

“Nah setelah Abah wafat, saya buang semua ilmu debus, saya mulai menekuni agama.
Cuma satu yang saya tidak bisa buang, (ilmu) dikubur hidup-hidup.
Diseret mobil, kebal mercon, disetrika, apalah itu bisa saya buang. Tinggal satu yang nggak bisa, ilmu dikubur (hidup-hidup),” jelasnya.

Sebelumnya Gus Nur ditangkap di kediamannya di Kecamatan Pakis, Malang, Jawa Timur, Sabtu (24/10) dini hari. Dari kediamannya, Gus Nur langsung dibawa ke Bareskrim Polri, Jakarta.

Gus Nur ditangkap karena dinilai telah menyebarkan informasi yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan terkait Nahdlatul Ulama melalui pernyataan yang diunggahnya dalam akun Youtube MUNJIAT Channel pada 16 Oktober 2020.

Sejak hari Minggu (25/10), tersangka Gus Nur telah ditahan di Rutan Bareskrim Polri selama 20 hari berikutnya. (*)

Artikel ini telah tayang di suara.com dengan judul “Gus Nur Ngaku Cuma Lulusan SD, Belajar Ilmu Debus dan Ilmu Kebal’ https://jakarta.suara.com/read/2020/11/01/085822/gus-nur-ngaku-cuma-lulusan-sd-belajar-ilmu-debus-dan-ilmu-kebal?page=all