Napoleon Bonaparte Aniaya Muhammad Kece, Politikus PDI Perjuangan: Saya Bisa Memahami

oleh -
oleh
Politikus PDIP Kapitra Ampera/bbc.com

PUBLIKKALTIM.COM – Politikus PDI Perjuangan, Kapitra Ampera buka suara terkait penganiayaan yang dilakukan Irjen Napoleon Bonaparte terhadap Muhammad Kece.

Kapitra  mengaku tidak membenarkan perbuatan penganiayaan tersebut.

Namun, Kapitra memahami perasaan Napoleon yang kesal karena agamanya dihina Muhammad Kece.

Diwartakan sebelumnya, Bareskrim Polri menyampaikan ada tiga orang tahanan yang membantu Irjen Napoleon Bonaparte saat melakukan penganiayaan.

Diantaranya adalah Maman Suryadi mantan Panglima Laskar Pembela Islam atau organisasi sayap FPI.

“Saya tidak membenarkan kekerasan itu tetapi saya bisa memahami, akumulasi kekecewaan itu terhimpun sebenarnya dari banyak orang dan itu menjadi puncak,” ucap Kapitra, Selasa (21/9).

Kapitra berharap polisi bisa adil dan tegas berdiri di atas semua golongan dalam menangani kasus tersebut.

BERITA LAINNYA :  Penyebab Kebakaran di Eks Lokalisasi Kilo 10 Kukar, Diduga Karena Gas Bocor

“Saya umat Islam juga tersinggung meskipun saya tidak melakukan kekerasan kepada Muhammad Kece, tetapi sebagai umat Islam saya tersinggung, saya terluka,” ujar Kapitra dilansir dari jpnn.com.

Oleh karena itu, Kapitra memahami kebatinan Napoleon, meskipun hukum nasional tidak membenarkan kekerasan itu. “Saya bisa memahami,” pungkasnya. (*)