PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Hingga 2022 kemarin, proses normalisasi Sungai Karang Mumus (SKM) mencapai 70 persen.
Pemprov Kaltim terlibat dalam program normalisasi SKM sejak 2019, dengan mengucurkan anggaran Rp10 miliar kepada Pemkot Samarinda untuk menyelesaikan dampak sosial.
Sementara untuk anggaran normalisasi SKM pada 2022, dialokasikan mencapai total Rp51 miliar, dari kantong Pemprov Kaltim, Pemkot Samarinda, dan BWS.
Progres normalisasi SKM hingga akhir 2022 kemarin, realisasi telah mencapai 70 persen, atau mencapai 12 km dari 17 km panjang sungai.
“Progres penanganan normalisasi Sungai Karang Mumus sampai dengan tahun 2022 telah mencapai 70 persen atau sekitar 12 km dari panjang sungai 17 km,” kata Aji Muhammad Fitra Firnanda, Kepala Dinas PUPR Kaltim, Jumat (13/1/2023) dalam rilis resminya.
Dirinya memastikan Pemprov Kaltim mengalokasikan anggaran normalisasi SKM untuk penanganan banjir pada 2023 ini.
“Penanganan yang dilakukan memiliki dampak sangat positif. Luasan genangan banjir, tinggi areal genangan dan durasi waktu genangan banjir mengalami penurunan signifikan,” jelasnya.
“Dibandingkan dengan intensitas hujan tinggi pada November 2022 lalu, luas genangan, tinggi genangan, dan durasi genangan sudah jauh lebih terkendali,” tegasnya. (*)