Pembangunan RS Korpri di Kawasan Kompleks Stadion Madya Sempaja Sudah Dimulai, DPRD Samarinda Ingatkan Dampak Banjir

oleh -
oleh
Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Samri Shaputra

PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor resmi menekan tombol sirine tanda dimulainya pembangunan gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Korpri di kawasan Kompleks Stadion Madya Sempaja, Samarinda, Senin (27/9) minggu lalu.

Rumah sakit berplat merah yang didanai oleh Pemprov Kaltim itu didirikan di lahan seluas 3.900 meter persegi dengan luas bangunan 4.639 m2.

Diketahui pembangunan Rumah Sakit Korpri tersebut banyak mendapat sorotan dari berbagai pihak.

Salah satunya datang dari Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra.

Samri sapaannya mengatakan, dalam membangun gedung, Pemprov Kaltim wajib memperhatikan dampak lingkungan dan tidak asal membangun.

Sebab ditingkat pemerintah kota saat ini tengah gencar mengatasi problem banjir yang kian parah.

Sebagaimana diketahui, Pemkot Samarinda saat ini sedang menggalakkan program penanganan penanggulangan banjir.

Dengan begitu, arah pembangunan di Samarinda saat ini mesti benar-benar berwawasan lingkungan.

“Jangan sampai hanya membuat drainase namun tidak merancang elevasi arah air mengalir. Larinya air ketika hujan kemana mesti diperhatikan. Pembangunan harus berwawasan lingkungan. Karena itu yang ditunggu-tunggu masyarakat,” kata Samri, Rabu (6/10/2021).

Lebih lanjut, Samri menegaskan mestinya Pemprov Kaltim mengkaji ulang rencana RS Korpri itu.

Apakah bangunan tersebut menimbulkan masalah baru kedepan.

“Kalau hasil kajiannya tidak menimbulkan masalah banjir ya silahkan. Tapi saya khawatir nanti banyak rumah yang tenggelam. Jadi perhatikan drainase dan koneksi airnya kemana, jangan -jangan menumpuk disitu nanti ?,” ucapnya.

BERITA LAINNYA :  Sering Kritik Indonesia Soal Isu Pelanggaran HAM di Papua, Ternyata Begini Kondisi Ekonomi Vanuatu

Politisi PKS itu menambahkan, proyek pembangunan RS Korpri itu membuang-buang anggaran. Seharusnya kata Samri lagi, faskes yang ada di Samarinda ditingkatkan fasilitasnya, baik sarana dan prasaranannya.

“Kenapa enggak rumah sakit yang sudah ada di tingkatkan seperti IA Moeis, disitu kan minim fasilitas dan punya pemkot. Atau RS AW Syahranie punya pemprov itu di tingkatkan,” urainya.

Masalah banjir di Samarinda menjadi momok yang menakutkan bagi warga. Hal itu lantaran masyarakat terdampak banjir mengalami kerugian selama ini.

“Saya pikir walaupun pemerintah membuat surga atau jembatan emas disitu, tapi kalau warga tetap kena banjir ya tetap aja enggak senang, saya yakin itu,” ujarnya.

Kendati demikian, dirinya memberi apresiasi atas upaya Pemprov Kaltim menyediakan fasilitas kesehatan untuk masyarakat. Namun diperlukan pengawasan dari berbagai pihak.

“Rencana itu bagus, tapi kalau menimbulkan masalah ya harus diperhatikan juga sama pemprov. Disana kan daerah banjirnya sangat luar biasa. Jangan sampai menimbulkan masalah baru,” jelasnya. (Advertorial)