Pemkot Samarinda Kebut Pembangunan Insinerator, Empat Titik Capai Progres 80 Persen

oleh -
oleh
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda, Suwarso/ist

PUBLIKKALTIM.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus mempercepat pembangunan fasilitas insinerator sampah sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan limbah rumah tangga di ibu kota Provinsi Kalimantan Timur tersebut.

Dari total sepuluh titik lokasi yang direncanakan, empat di antaranya kini telah menunjukkan progres signifikan dengan capaian fisik antara 60 hingga 80 persen.

Hal ini disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, Suwarso dalam keterangannya kepada media.

“Ketika saya pertama ditunjuk sebagai Plt DLH, saya langsung melakukan survei ke beberapa lokasi pembangunan. Dari lima titik awal yang dikerjakan, empat di antaranya progresnya sudah antara 60 sampai 80 persen,” ungkap Suwarso.

Empat titik yang dimaksud berada di:

Polder Air Hitam, Jalan A.W. Syahranie

Ring Road 2, Jalan Nusyirwan Ismail, Kelurahan Lok Bahu

Jalan Wanyi, Sempaja Utara

Jalan Lempake Jaya, Gang Istiqomah, Kelurahan Lempake

Masing-masing lokasi saat ini berada di tahapan pembangunan yang berbeda, mulai dari pemasangan atap hingga penyelesaian struktur bangunan bawah.

Dari sepuluh titik yang telah direncanakan, satu lokasi di Jalan Jakarta 2, Kelurahan Lok Bahu harus direlokasi karena dinilai terlalu dekat dengan SMP Negeri 38 Samarinda.

“Kalau membangun insinerator itu harus clear and clean. Termasuk mempertimbangkan jarak dari permukiman dan fasilitas umum seperti sekolah,” tegas Suwarso.

BERITA LAINNYA :  Siapkan Lahan 250 Hektar untuk Penguatan Pangan, HKTI Siap Bantu Pemkot Samarinda

Meski insinerator yang dibangun merupakan teknologi modern yang telah dilengkapi sistem pengendalian emisi, Suwarso menegaskan bahwa pihaknya tetap berhati-hati dalam proses pembangunannya.

“Produk dari insinerator memang tidak dibuang langsung ke udara, tetapi kita juga memperhatikan pengelolaan air limbahnya. Ada empat bak penampung untuk menampung dan mengolah emisi karbon,” jelasnya.

Pemkot Samarinda menargetkan seluruh pembangunan insinerator akan rampung pada Desember 2025.

Suwarso menyatakan optimisme bahwa proyek ini bisa selesai tepat waktu.

“Jadwal sudah berjalan sesuai rencana. Kami optimistis semua tahapan bisa selesai tepat waktu,” ujarnya.

Terkait kendala administratif seperti pengurusan lahan, ia memastikan Pemkot sudah menyiapkan mekanisme tersendiri dan akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat jika waktunya tiba.

“Tetap ada upaya persiapan jalan dan pembebasan lahan. Nantinya teman-teman di lapangan akan diberi kabar lebih lanjut,” pungkasnya. (*)