Pemkot Samarinda Poles Tepian Mahakam Jadi RTH, Mulai Dikerjakan Tahun Ini

oleh -
oleh
Keadaan Sungai Mahakam

PUBLIKKALTIM.COM  – Pemkot Samarinda akan mengembalikan fungsi Tepian Mahakam sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Rencananya pembenahan itu akan dimulai dari Jalan Yos Sudarso hingga ke Taman Bebaya Jalan Slamet Riyadi.

Untuk tahun ini, pembenahan dimulai dari segmen depan Kantor Gubernur dan Lamin Etam, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda.

Kepala Dinas PUPR Kota Samarinda melalui Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Andriani mengatakan, tahun ini pihaknya memang diberi anggaran Rp 37,4 miliar untuk memulai pembenahan di depan Kantor Gubernur dan Lamin Etam.

Proyek ini akan dikerjakan dengan perkiraan luasan sepanjang 800 meter.

Belum lama ini, Staf Bidang Cipta Karya Ilhamsyah mengatakan bahwa rancangan mereka baru saja disetujui oleh Wali Kota Samarinda Andi Harun.

Sehingga dalam waktu dekat pihaknya bisa melakukan persiapan lelang di LPSE Kota Samarinda.

“Memang secara keseluruhan sudah disetujui, namun tambahannya nanti ada stand yang disediakan untuk UMKM,” ujar Ilham.

Dijelaskannya, para PKL yang sebelumnya pernah dibina Pemkot Samarinda, melalui Ikatan Pedagang Tepian Mahakam (IPTM) bisa mengisi stand tersebut.

BERITA LAINNYA :  IKN Nusantara Mulai Dibangun Pada Pertengahan 2022, Daerah Penyangga Turut Jadi Perhatian Pemerintah

Namun konsepnya kata Ilham tidak permanen, sehingga lebih fleksibel untuk dibersihkan.

“Itu saja konsep yang ditambahkan dalam finalisasi bersama pak wali, sisanya sama saja seperti sebelumnya,” ujarnya.

Wali Kota Samarinda Andi Harun menjelaskan bahwa Sungai Mahakam ini adalah salah satu barang mewah tapi belum bernilai mahal saat ini.

“Tepian mahakam, itu mewah tapi kita belum poles menjadi berkelas, dan untuk menjadi selain destinasi bisa juga menjadi bagian integral dari pesona mahakam maka lahirlah sebuah project bernama teras samarinda,” ujar Andi Harun.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa Teras Samarinda ini ternyata setelah dilakukan perubahan fungsinya nanti ketika ini jadi lebih besar dari yang ada sekarang.

“Bisa jadi tempat olahraga, pedestrian, jalur sepeda, UMKM, ada amphitheater berkapasitas 500-600 orang jadi bisa untuk pertunjukkan, nanti ada panggung utama disana,” pungkasnya. (adv)