PUBLIKKALTIM.COM – Menjelang Pilpres 2024, pemilih bakal calon presiden (bacapres) dari Nasdem, Anies Baswedan mulai bermunculan.
Seperti di Jawa Barat, pemilih Anies mulai tumbuh kuat dengan angka 36 persen.
Ini bahkan telah mempengaruhi posisi Prabowo Subianto, hingga ia pun bergeser di bawah Anies dan diikuti oleh Ganjar Pranowo.
Hal itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda.
Ia juga menyebutkan bahwa separuh pemilih warga di Jakarta dan Banten sudah cenderung memilih bakal calon presiden (bacapres) dari Nasdem, Anies Baswedan.
“Kenapa besar? Anies Baswedan memang basisnya itu menggerus basis utama atau kantong-kantong Prabowo itu sekarang menjadi basis Anies Baswedan,” ujar Hanta Yuda, Jumat (16/12/2022).
Menurut Hanta Yuda, basis utama Prabowo kini sudah tergerus oleh Anies.
Para pendukung Prabowo dinilai sudah migrasi dan mendukung Anies.
Hal itu terlihat dari data pemilu tahun 2019, yang menunjukkan provinsi Banten dan Jawa Barat dimenangkan oleh Prabowo.
“Saat ini Prabowo sudah kalah. Anies Baswedan sudah melampaui elektabilitas dari Prabowo Subianto,” kata Hanta Yuda.
“Artinya apa? Faktor ini yang seperti kita analisa bahwa punya irisan pemilih itu terbukti, bahwa Anies sudah naik di basis ini,” lanjutnya.
Selanjutnya, Hanta Yuda menjelaskan faktor kedua mengapa elektabilitas Anies bisa unggul di 3 provinsi tersebut.
Hal itu dikarenakan pergerakan politik yang Anies lakukan cukup masif, terlebih lagi 2 provinsi tersebut dekat dengan DKI Jakarta.
Apalagi Anies dipersepsikan tingkat kepuasannya sebagai gubernur cukup tinggi dan dianggap relatif berprestasi.
“Terkait dengan Banten dan Jabar itu mendekati ibukota Jakarta. Itu punya dampak kepada Anies Baswedan, itu yang menyebabkan (naik),” ungkapnya.
Selain itu, deklarasi pengusungan Anies Baswedan sebagai calon presiden Pemilu 2024 mendatang juga dinilai berefek dengan meningkatnya elektabilitas Anies. (*)