Penemuan Mayat di Samarinda Seberang Bikin Geger, Polisi Masih Periksa Saksi dan Kumpulkan Alat Bukti

oleh -
oleh
Bangunan milik Dandi yang menjadi lokasi penemuan mayat si tulang belulang dan diduga merupakan jenazah Anto yang sebelumnya bertugas menjaga hunian tersebut

PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Meski masih meninggalkan banyak misteri, namun pasalnya hingga saat ini pihak kepolisian masih terus berupaya mengungkapkan tabir kematian pria yang diduga Anto pada Jumat (23/7/2021) siang kemarin.

Sejak dinyatakan menghilang tanpa kabar pada Januari 2021 kemarin, Anto yang bertugas menjaga kediaman Dandi di Jalan Abdul Sani Gani, Kelurahan Sungai Kledang, Kecamatan Samarinda Seberang ini diduga telah meninggal dengan kondisi hanya menyisakan belulang.

Olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan saksi, hingga mengumpulkan alat bukti telah dilakukan pihak kepolisian dari Unit Inafis Satreskrim Polresta Samarinda beserta Polsek Samarinda Seberang.

“Sejauh ini sudah ada empat saksi yang kami periksa,” ungkap Kapolsek Samarinda Seberang, Kompol I Made Anwara, Sabtu (24/7/2021) sore tadi.

Lanjut mantan Kasat Intel Polresta Samarinda ini, meski jajarannya telah melakukan pemeriksaan kepada yang punya rumah, namun pada hari ini Dandi berencana akan dipanggil kembali oleh Korps Bhayangkara.

“Rencana ini akan kami panggil lagi si pemilik rumah (Dandi). Yang jelas untuk memastikan identitas jenazah,” imbuhnya.

Selain itu, Made juga menerangkan dari hasil olah tempat kejadian perkara jauh dugaan kematian jenazah disebabkan oleh tindak kriminalitas.

BERITA LAINNYA :  Warga Arab Saudi  Temukan Mayat di Dalam Koper, Diduga WNI

Sebab kondisi seluruh pintu yang dalam keadaan terkunci ditambah tidak adanya alat bukti yang menjurus ke ranah tersebut.

“Hasil rumah sakit juga belum keluar,” singkatnya.

Seperti yang diwartakan sebelumnya, kepolisian menemuka tiga identitas berbeda di kamar tempat korban ditemukan.

Namun dari ketiga kartu identitas tersebut, tidak ada satupun keterangan bernama Anto. Selain itu diperkirakan mayat telah meninggal dunia sekitar tujuh bulan sebelum ditemukan.

Sementara itu dari hasil identifikasi, mayat ditemukan tengah menggunakan celana jeans biru tanpa pakaian atas. Setelah melakukan penyelidikan, jasad korban dievakuasi dan dibawa ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie guna dilakukan visum.

Bahkan rencananya tulang belulang itu akan dibawa ke Puslabfor Mabes Polri di Surabaya guna memastikan apakah mayat tersebut adalah Anto atau bukan. (*)