Pengawal Pribadi Kapolda Kaltara Ditemukan Tewas di Rumah Dinas, Polda Jateng Beberkan Hasil Autopsi

oleh -93 views
oleh
Ilustrasi Meninggal Dunia

PUBLIKKALTIM.COM – Polda Jawa Tengah (Jateng) beberkan hasil autopsi pengawal pribadi Kapolda Kalimantan Utara (Kaltara) Irjen Daniel Aditya Jaya, yang bernama Brigpol Setyo Herlambang.

Dari hasil autopsi diketahui, Setyo meninggal akibat tertembak peluru yang menembus jantung dan paru-parunya.

“Hasil penyebab kematian karena luka tembak pada dada sisi kiri menembus jantung dan paru akibatkan pendarahan hebat,” ucapnya dikutip dari detik.com.

Kapolda Kaltara Irjen Daniel Aditya Jaya menjelaskan jenazah Setyo diautopsi di RS Bhayangkara Semarang atas permintaan keluarga.

Usai autopsi, jenazah akan dimakamkan di Kendal.

“Kenapa di sini? Permintaan keluarga, kita kabulkan, nggak papa. Kita kerja sama dengan Polda Jateng, untuk kelengkapan pemeriksaan, pendalaman,” ucap Daniel di RS Bhayangkara Semarang, Sabtu (23/9).

Diberikan sebelumnya, Brigpol Setyo Herlambang ditemukan tewas pada Jumat (22/9) lalu.

Korban ditemukan tewas di dalam kamar di rumah dinas.

“Pada Jumat, 22 September 2023, sekitar pukul 13.10 Wita di rumah dinas dalam kamar korban SH ditemukan bersimbah darah,” kata Kabid Humas Polda Kaltara Kombes Budi Rachmat.

BERITA LAINNYA :  MUI dan Ormas Islam Deklarasikan 9 Poin Sikap Bela Palestina, Tolak Normalisasi dengan Israel

Budi menambahkan ditemukan senjata api jenis HS-9 dengan nomor senpi: HS178837.

Senjata api tersebut adalah milik korban sendiri yang merupakan inventaris dinas.

“Hasil pemeriksaan awal tim Dokkes Polda Kaltara bahwa korban SH tidak ditemukan denyut nadi,” ujarnya.

Budi menjelaskan sebelum kejadian Setyo baru kembali ke kamarnya di rumah dinas Kapolda Kaltara.

Setyo baru pulang Jumatan siang itu.

“Dia pulang Jumatan membersihkan senjata api miliknya dia,” katanya.

Hasil olah TKP sementara diyakini korban saat itu seorang diri di dalam kamarnya.

Lebih lanjut, Kapolda Kaltara Irjen Daniel Aditya Jaya menjelaskan autopsi dilakukan untuk memastikan penyebab kematian.

“Soal luka, nanti bagian kesehatan yang menjelaskan. Informasi terbatas ya ke keluarga. Kalau sudah jelas akan kita sampaikan,” pungkasnya.(*)

1.109 Tayangan