PUBLIKKALTIM.COM – Persija Jakarta menjaga tekanan di papan atas klasemen Super League setelah meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Bhayangkara FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin (29/12/2025) malam. Kemenangan ini memastikan Macan Kemayoran tetap berada dalam persaingan ketat perebutan posisi teratas menjelang paruh musim kompetisi.
Didukung puluhan ribu suporter, Persija langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal. Tempo cepat, penguasaan bola dominan, serta agresivitas di kedua sisi sayap membuat Bhayangkara FC lebih banyak bertahan sepanjang laga. Hasil ini membawa Persija mengoleksi 32 poin dari 15 pertandingan dan hanya terpaut dua poin dari Persib Bandung dan Borneo FC di puncak klasemen.
Dominasi Persija Sejak Awal Laga
Persija tampil percaya diri sejak peluit pertama dibunyikan. Lini tengah yang dikomandoi Jordi Amat dan Dony Tri Pamungkas mampu mengontrol permainan sekaligus memutus aliran bola Bhayangkara. Sementara itu, pergerakan cepat Allano Lima dan Eksel Runtukahu kerap merepotkan barisan belakang tim tamu.
Peluang demi peluang tercipta melalui kombinasi umpan pendek dan tusukan dari sisi kanan. Fabio Calonego dan Tubarao beberapa kali melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, meski belum menemui sasaran. Bhayangkara FC sesekali mencoba keluar dari tekanan lewat serangan balik, namun solidnya duet Rizky Ridho dan Gustavo Franca membuat upaya tersebut mudah dipatahkan.
Tekanan intens Persija akhirnya membuahkan hasil pada masa injury time babak pertama. Wasit menunjuk titik putih setelah Eksel Runtukahu dijatuhkan Nehar Sadiki di kotak terlarang. Allano Lima yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan tenang dan membawa Persija unggul 1-0 hingga turun minum.
Gol Penalti Buka Jalan Kemenangan
Gol penalti tersebut menjadi momentum penting bagi Persija. Keunggulan membuat tim tuan rumah tampil semakin lepas pada babak kedua. Intensitas serangan tidak menurun, justru meningkat dengan variasi serangan yang lebih berani.
Pada menit ke-63, Persija menggandakan keunggulan lewat situasi yang berawal dari tekanan beruntun di area pertahanan Bhayangkara. Umpan silang keras Bruno Tubarao dari sisi kanan gagal diantisipasi dengan sempurna oleh Putu Gede Juni Antara. Bola justru berbelok masuk ke gawang sendiri, membuat skor berubah menjadi 2-0.
Gol bunuh diri tersebut semakin memukul mental Bhayangkara FC. Tim tamu kesulitan mengembangkan permainan dan sering kehilangan bola di area tengah. Pelatih Bhayangkara mencoba merespons dengan sejumlah pergantian pemain, namun upaya tersebut belum mampu mengubah jalannya pertandingan.
Sepakan Jordi Amat Tutup Perlawanan
Persija memastikan kemenangan lewat gol ketiga pada menit ke-78. Berawal dari sapuan bola yang tidak sempurna, Jordi Amat melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Sepakan spektakulernya meluncur deras ke sudut gawang tanpa mampu dijangkau kiper Muchamad Aqil Savik.
Gol tersebut disambut sorak sorai suporter di SUGBK dan menegaskan dominasi Persija sepanjang pertandingan. Setelah gol ketiga, Persija memilih mengontrol tempo permainan sambil tetap menjaga disiplin pertahanan. Bhayangkara FC nyaris tidak memiliki peluang berarti hingga laga usai.
Wasit akhirnya mengakhiri pertandingan dengan skor 3-0 untuk kemenangan Persija Jakarta. Hasil ini menjadi salah satu kemenangan kandang paling meyakinkan Persija musim ini.
Persaingan Klasemen Makin Ketat
Tambahan tiga poin membuat Persija semakin menempel Persib Bandung dan Borneo FC di papan atas klasemen Super League. Dengan 32 poin dari 15 laga, Persija hanya terpaut dua angka dari dua pesaing terdekatnya, menjaga peluang juara tetap terbuka lebar.
Sebaliknya, Bhayangkara FC harus puas tertahan di peringkat ke-10 dengan 19 poin dari jumlah laga yang sama. Kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah bagi Bhayangkara untuk memperbaiki konsistensi, terutama saat menghadapi tim papan atas.
Kemenangan atas Bhayangkara FC sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa Persija siap bersaing hingga akhir musim. Stabilitas permainan, kedalaman skuad, serta efektivitas serangan menjadi modal penting Macan Kemayoran dalam perburuan gelar Super League 2025.
(Redaksi)