PUBLIKKALTIM.COM – Rapat paripurna legislator pada Selasa (5/3/2024) menyuarakan hak angket untuk menyelidiki terkait dugaan kecurangan pemilu 2024.
Setidaknya ada tiga fraksi legislator yang mendorong hak angket yakni fraksi PKB, PKS hingga PDIP.
Sementara Partai NasDem, tak ikut interupsi dalam rapat tersebut.
Terkait hal itu, Ketua DPP Partai NasDem Taufik Besari (Tobas) buka suara.
Tobas mengatakan pihaknya tak melakukan hal yang sama lantaran tengah mempersiapkan sesuatu yang lebih konkret.
“Yang paling pentingkan konkretnya, soal interupsi kan kalau sudah ada yang mengutarakan ya cukup gitu,” ujar Tobas, Selasa (5/3/2024) dikutip dari detikcom.
Tobas mengatakan Partai NasDem masih memiliki sikap yang sama untuk mendorong hak angket.
Ia menegaskan pernyataan Sekjen NasDem dengan 2 Sekjen partai pengusung AMIN (Anies-Muhaimin) beberapa waktu yang lalu.
“Masih sangat mendukung (hak angket) dan sedang mempersiapkan. Arahan kan sudah disampaikan sikap resmi oleh sekjen beberapa waktu lalu ketika bersama-sama juga dengan 2 sekjen lainnya PKB, PKS, sudah didasarkan pada arahan ketua umum jadi sudah clear,” ungkapnya.
Meski demikian, Tobas tak menampik jika pihaknya juga menunggu sikap PDIP terkait usulan angket itu.
Ia menilai PDIP memiliki peran besar sebagai partai terbesar yang juga inisiator hak angket.
“Dalam pernyataan kita juga tetap menunggu juga langkah-langkah yang dipersiapkan PDIP selaku inisiator dari hak angket ini dan kita menghormati itu juga sebagai partai yang terbesar dan sudah memulai lebih dahulu,” pungkasnya. (*)