PUBLIKKALTIM.COM – Wali Kota Samarinda Andi Harun kembali menunjukkan komitmennya menjaga hubungan erat dengan media.
Ia menerima audiensi pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur di Ruang Rapat Wali Kota, Kompleks Balai Kota Samarinda, Kamis (2/4/2026).
Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban.
Dalam kegiatan itu, Andi Harun didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Samarinda, Aji Syarif Hidayatullah, beserta Kabid Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi, Dhanny Rakhmadi.
Turut hadir Ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Samarinda, Syaparudin, dan anggota TWAP Tri Wahyuni.
Dari pihak PWI, audiensi dipimpin Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin, bersama jajaran pengurus.
Dalam pertemuan itu, PWI menyampaikan dua agenda penting yang akan digelar dalam waktu dekat.
Pertama, mereka mengundang Andi Harun untuk hadir sekaligus memberikan tausiyah pada kegiatan Halalbihalal PWI Kaltim pekan depan.
Kedua, mereka merencanakan diskusi publik pada awal Mei, yang membahas perkembangan media massa di era kekinian.
Menanggapi undangan itu, Wali Kota Andi Harun menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh.
Ia memastikan kesediaannya hadir pada kegiatan Halalbihalal, selama tidak ada agenda lain yang berbenturan.
“Ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan media,” ujar Andi Harun.
Ia juga menyambut antusias rencana diskusi publik dan menilai forum tersebut sebagai momentum penting untuk membangun pemahaman bersama tentang peran pers dalam pembangunan daerah.
Andi Harun menekankan bahwa media bukan sekadar mitra informasi, melainkan bagian penting dalam mengawal pembangunan, menjaga transparansi, dan menyuarakan kepentingan publik secara objektif.
Sikap terbuka Wali Kota ini kembali menegaskan kedekatannya dengan insan pers.
Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin, menyebut kegiatan diskusi publik sebagai “restart media massa.”
Ia berharap kepala daerah se-Kaltim dapat duduk bersama untuk membahas posisi dan peran pers, sehingga hubungan antara pemerintah dan media dapat semakin kokoh.
“Ini semacam restart media massa. Kami ingin menghadirkan kepala daerah se-Kaltim untuk duduk bersama membahas posisi dan peran pers. Intinya, pers di mata kepala daerah,” pungkas Abdurrahman. (Adv)