Rekam Karier Neneng Chamelia Shanti, Sekda Perempuan Pertama di Samarinda

oleh -
oleh
Foto: Sekda Perempuan Pertama di Samarinda, Neneng Chamelia Shanti. (Ist)

PUBLIKKALTIM.COM – Sosok Neneng Chamelia Shanti mencuri perhatian publik setelah dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Daerah ( nan panjang sebagai ASN teknis hingga kini menjadi Sekda perempuan pertama di Kota Tepian.

Selama lebih dari dua dekade, Neneng meniti karier di berbagai posisi strategis di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda. Ia menunjukkan konsistensi, disiplin, serta ketegasan dalam menjalankan tugas.

Ketegasan Teruji dalam Pengawasan Proyek

Saat menjabat Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Neneng menunjukkan kepemimpinan tegas. Ia mengawasi proyek secara langsung dan menegur kontraktor yang bekerja tidak sesuai ketentuan.

Ia juga mengusulkan pembangunan drainase di kawasan Citra Niaga untuk mengatasi persoalan genangan dan memperbaiki tata kota.

Pengalaman teknis tersebut membentuk karakter kepemimpinannya yang kuat di lapangan sekaligus detail dalam pengawasan.

Perjalanan ASN  dari Awal Karier

Neneng memulai karier sebagai ASN pada April 2002 di Dinas Permukiman dan Pengembangan Kota Samarinda. Ia bertugas di instansi tersebut hingga tahun 2008 selama 5 tahun 9 bulan.

Selanjutnya, ia melanjutkan pengabdian di Dinas Cipta Karya dan Tata Kota Samarinda pada April 2008 hingga 2017. Di instansi ini, ia menghabiskan waktu hampir 9 tahun dan memperkuat pengalaman teknis di bidang infrastruktur dan tata kota.

Pada Februari 2017 hingga 2019, Neneng kembali bertugas di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Samarinda selama dua tahun.

Kemudian, pada Februari hingga Mei 2019, ia sempat bertugas di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Samarinda selama tiga bulan.

Setelah itu, Neneng kembali ke Disperkim pada Mei 2019 hingga November 2022. Pada periode ini, ia menjabat sebagai Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU).

BERITA LAINNYA :  Jalin Kerja Sama dengan UGM, Pemprov Kaltim Ingin Gugusan Karst Sangkulirang-Mangkalihat Dapat Pengakuan Sebagai Warisan Geologi 

Di masa tersebut, ia menghadapi tantangan besar saat pandemi Covid-19. Ia menangani penyediaan lahan pemakaman seluas 2,5 hektare untuk korban pandemi, sekaligus memastikan penanganan berjalan cepat dan terorganisir.

Pada November 2022 hingga September 2025, Neneng dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Dinas PUPR Kota Samarinda selama 2 tahun 10 bulan. Ia memperkuat pengawasan proyek dan tata kelola pekerjaan infrastruktur.

Selanjutnya, pada akhir 2025, ia dilantik sebagai Inspektur Kota Samarinda dan menjabat selama sekitar 6 bulan sebelum akhirnya terpilih menjadi Sekda.

Perkuat Sistem dan Akuntabilitas

Sebagai Inspektur, Neneng memperkuat sistem pengawasan internal dan mendorong transparansi di lingkungan pemerintah daerah.

Ia berhasil membawa Samarinda masuk 10 besar nasional Pariwara Anti Korupsi. Capaian ini mempertegas komitmennya terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih.

Kepemimpinan Sistematis dan Berbasis Aturan

Neneng dikenal sebagai sosok yang sistematis, detail, dan berorientasi pada aturan. Ia menjalankan tugas dengan loyalitas dan integritas tinggi di setiap jabatan.

Ia merupakan lulusan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat dan meraih gelar Magister Sains dari Universitas Mulawarman.

Segera Dilantik sebagai Sekda Definitif

Pemerintah Kota Samarinda memastikan pelantikan Sekda definitif akan segera dilakukan.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa jabatan tersebut bersifat definitif.

“Besok sore Pemkot akan melantik Sekda yang baru. Dasarnya rekomendasi dari Pemprov, dan ini definitif,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

(Redaksi