PUBLIKKALTIM.COM – Badang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan terkait cuaca panas yang amat terik yang dirasakan masyarakat Indonesia di sejumlah daerah belangan terakhir ini.
Miming Saepudin, Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG mengatakan, cuaca panas yang terasa di sejumlah daerah belakangan diduga karena beberapa wilayah di Indonesia mulai memasuki puncak musim kemarau.
“Saat ini, posisi matahari sudah berada agak ke wilayah utara ekuator, atau tepatnya di sekitar 140 Lintang Utara dan masih bergerak ke utara hingga Juni, yang mengindikasikan puncak musim kemarau mulai berlangsung di wilayah Indonesia secara umum,” ujarnya dikutip dari Kompas.com.
Sementara sebagian besar wilayah Indonesia, terutama wilayah Jawa-Bali-Nusa Tenggara dan yang berada di selatan ekuator pada periode April-Mei masih mengalami masa peralihan musim hujan ke kemarau atau pancaroba.
“Sedangkan sebagian lainnya masih ada yang mengalami periode basah/hujan,” ujar Miming.
Menurutnya, umumnya periode pancaroba atau menjelang musim kemarau, cuaca terutama pada pagi hari didominasi dengan kondisi cerah.
Selain itu, tingkat perawanan juga sangat rendah. Ini bisa menyebabkan suhu yang cukup panas dan terik pada siang hari.
Lalu, pada siang-sore hari akan terbentuk awan-awan tebal.
“Kondisi ini kerap terjadi pada periode peralihan, di mana umumnya kondisi cuaca akan ditandai dengan cuaca cerah di pagi hari dan berawan di siang hari dengan potensi hujan yang disertai kilat/petir,” terangnya.
Selain Jakarta, wilayah yang sedang mengalami pancaroba atau cuaca cukup terik adalah Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.
“Umumnya, di wilayah Pulau Jawa-Bali hingga Nusa Tenggara kondisi cuaca cerah pada siang disertai suhu cukup terik pada siang hari harus di waspadai suhu terik pada siang hari,” kata Miming.
Miming menjelaskan, kondisi itu bisa terjadi hingga pertengahan Mei.
“Kondisi ini tetap harus diwaspadai selama periode mudik Lebaran tahun ini, tapi secara umum kondisi tersebut dapat terjadi hingga pertengahan Mei,” pungkasnya. (*)