PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Sejak Hadi Mulyadi, Wakil Gubernur Kaltim terkonfirmasi positif Covid-19, pada 15 Juli 2020 lalu.
Dinkes Samarinda tak lagi menyampaikan data singkat dan kronologi kasus penularan Covid-19 di Kota Tepian.
Hingga saat ini, Dinkes hanya menyampaikan rilis berupa penambahan kasus dan pasien sembuh, peta sebaran pasien dirawat, hingga jumlah klaster di Samarinda.
Terkahir, Ismed Kusasih, Plt Kepala Dinas Kesehantan Samarinda enggan memberikan jawaban adanya kabar salah seorang peserta Pilwali Samarinda 2020, terkonfirmasi positif Covid-19.
Ismed mengaku pihaknya saat ini hanya fokus pada penyelesaian klaster, bukan pada pendalaman kronologis dan data lengkap pasien.
“Ya, kami saat ini fokus pada penyelesaian klaster,” kata Ismed, Minggu (11/10/2020).
Ismed menegaskan Dinkes Samarinda tidak ingin menghabiskan energi hanya untuk mencari asal penularan.
“Sekarang kami fokus bagaimana cepat memutus rantai penularan. Karena Covid tidak kelihatan, terlalu menghabiskan energi mencari asal penularan,” jelasnya.
“Asumsi mudahnya, tertular dari transmisi lokal atau import case atau dari perjalanan, kan susah,” lanjutnya.
Tugas berat Dinkes Samarinda saat ini adalah melewati masa puncak peny baran Covid-19, serta berusaha sekuat mungkin mengurangi angka kematian di Kota Tepian.
“Yang penting sekarang memutus rantai penularan, orang-oranh yang risiko kontak dengan positif itu yang harus dicegah. Yang penting lagi bagaimana mengurangi angka kematian Covid-19,” pungkasnya. (*)