Sosok dr. Marwan Al-Sultan, Direktur RS Indonesia di Gaza yang Tewas Bersama Istri dan Anak dalam Serangan Israel

oleh -
oleh
Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza, dr. Marwan Al-Sultan/Foto: IST

PUBLIKKALTIM.COM – Israel melancarkan serangan udara yang menghantam sebuah bangunan perumahan di barat daya Kota Gaza, Rabu (2/7) waktu setempat.

Dalam serangan itu, Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza, dr. Marwan Al-Sultan, dilaporkan tewas bersama istri dan anak-anaknya.

Informasi ini dikonfirmasi oleh berbagai sumber, termasuk Kementerian Kesehatan Palestina, yang menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya salah satu tokoh medis paling dihormati di wilayah tersebut.

“dr. Marwan adalah simbol dedikasi, keteguhan, dan ketulusan, terutama di masa-masa paling sulit yang dialami rakyat Palestina di bawah agresi yang terus-menerus,” ujar pernyataan resmi Kemenkes Palestina yang dikutip oleh BBC, Kamis (3/7).

dr. Marwan Al-Sultan dikenal luas sebagai seorang dokter spesialis jantung dengan pengalaman panjang di berbagai rumah sakit.

Di tengah keterbatasan dan serangan tanpa henti, ia tetap menjalankan tugasnya sebagai direktur RS Indonesia di Gaza Utara—salah satu fasilitas kesehatan yang paling vital di wilayah tersebut.

Beberapa hari sebelum kematiannya, dr. Marwan sempat diwawancarai oleh The Guardian dan mengungkap kondisi kritis rumah sakit yang dipimpinnya.

Ia menyebutkan bahwa tim medis di RS Indonesia tengah kewalahan menangani lonjakan korban sipil akibat serangan udara Israel yang meningkat sejak Mei lalu.

BERITA LAINNYA :  Respon Kenaikan Tarif Tol Balsam, PUPR Kaltim Sebut Ada Dua Jalan Alternatif dengan Kondisi Baik

Selain melayani pasien, dr. Marwan juga kerap menjadi sumber utama informasi mengenai kondisi warga Palestina di wilayah utara Gaza yang terkepung.

Ia secara konsisten menyerukan perlindungan internasional bagi tenaga medis dan fasilitas kesehatan, terutama ketika rumah sakit mereka berada di bawah ancaman langsung.

Menurut laporan dari Healthcare Workers Watch (HWW), dr. Marwan menjadi petugas kesehatan ke-70 yang terbunuh dalam 50 hari terakhir akibat serangan Israel di Gaza.

Organisasi kemanusiaan MER-C, yang memiliki keterkaitan langsung dengan RS Indonesia, menyatakan bahwa fasilitas tersebut sebelumnya sudah mengalami kerusakan berat akibat serangan pada Mei lalu.

Kini, kabar duka atas wafatnya dr. Marwan dan keluarganya semakin memperjelas dampak tragis dari konflik berkepanjangan yang terus menimpa warga sipil dan tenaga kesehatan di Gaza. (*)

1.063 Tayangan