Tangani Persoalan Banjir di Sangatta, Ini Langkah yang Diambil Dinas PUPR Kaltim 

oleh -
oleh
Suasana Banjir di Jalan Guru Besar Gg Al-Buthuny, Kecamatan Sangatta Utara, Minggu (20/3/2022)

PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Banjir di permukiman warga Sangatta Kabupaten Kutai Timur (Kutim) direspon oleh Aji Muhammad Fitra Firnanda, Kepala Dinas PUPR Kaltim.

Aji Firnanda mengatakan telah melakukan normalisasi Sungai Sangatta, sejak 2021 hingga 2023 mendatang untuk mengatasi permasalahan banjir di Sangatta.

Hanya saja, kata Aji, ada beberapa program yang belum tercapai.

“Normalisasi Sungai Sangatta kami kerjakan di 2021, 2022, hingga 2023. Sudah kami programkan,” kata Aji Firnanda, Rabu (23/3/2022).

“Penanganan banjir di Sangatta, ada beberapa yang belum tercapai, tapi masalah ini kan juga kompleks, tidak cuman teknis, banyak juga masalah sosial,” tambahnya.

Aji Firnanda menyebut tahun 2022 ini, Pemprov Kaltim mengalokasikan anggaran Rp7 miliar untuk normalisasi Sungai Sangatta.

Sementara di tahun 2023, kembali dianggarkan sekitar Rp6 miliar.

“Total biaya yang dibutuhkan untuk normalisasi sungai sekitar Rp15 miliar,” jelasnya.

BERITA LAINNYA :  Soal Larangan Ekspor Minyak Sawit Mentah, Begini Tanggapan Disperindagkop dan UKM Kaltim

Dinas PUPR Kaltim menarget melakukan normalisasi sungai sepanjang 1600an meter.

“Yang sudah terealisasi di tahun 2021 lalu, sekitar 450 meter. Ditambah bangunan pelindung supaya melindungi sedimentasi tidak masuk ke dalam sungai lagi. Jadi setelah di normalisasi harapannya tidak dangkal lagi,” tegasnya.

Meski sudah dilakukan normalisasi sungai, Aji Firnanda mengaku tidak bisa memastikan banjir benar-benar hilang di Sangatta ke depannya.

Hanya saja, normalisasi sungai membantu mempercepat durasi genangan banjir.

“Kalau seperti curah hujan lebat, tidak bisa langsung hilang. Paling-paling mempercepat surutnya,” pungkasnya. (Advertorial)