,

Total Mencapai 85 Kasus Positif, Ismed Temukan Potensi Terjadi Akselerasi Epidemik Covid-19 di Samarinda

oleh -
oleh
Petugas kesehatan dari Dinkes Samarinda saat mengambil sampel swab massal di Bandara APT Pranoto Samarinda beberapa waktu lalu/IST

PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Kasus Covid-19 di Samarinda menunjukan tren meningkat beberapa hari terakhir.

Hingga Sabtu (11/7/2020) kemarin, ada penambahan sebanyak 7 kasus konfirmasi baru. Total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Tepian mencapai 85 kasus.

Ismed Kusasih, Plt Kepala Dinas Kesehatan Samarinda, menyebut dari perkembangan kasus beberapa hari terakhir, Dinkes Samarinda menemukan potensi terjadinya akselerasi epidemik (percepatan wabah virus yang menulari lebih dari 1 daerah) Covid-19 di Kota Tepian.

“Per Sabtu kemarin, terdapat indikasi bahwa Samarinda berpotensi terjadi akselerasi epidemik tahap kedua,” kara Ismed, Minggu pagi (12/7/2020).

Suatu penyakit dikatakan sebagai epidemik apabila sudah mewabah ke lebih dari satu area, dengan tingkat penyebaran yang cepat dan sulit diprediksi.

Berikut kurva epidemologi Covid-19, hingga 11 Juli 2020 di Samarinda:

Potensi tersebut diperparah dengan 5 kasus pasien meninggal dunia. Kasus kematian dan pasien terkonfirmasi berasal dari warga pelaku perjalanan ke Samarinda, maupun warga Kota Tepian yang kembali ke Samarinda.

BERITA LAINNYA :  Pastikan Kedisiplinan Pegawai, Wali Kota Andi Harun Lakukan Sidak ke Sejumlah Pelayanan Publik

“Terjadi peningkatan yang sangat signifikan pada kasus kematian sejumlah 5 kasus, Kasus kematian didominasi oleh warga luar samarinda dan warga samarinda yang baru pulang bepergian dari luar Samarinda,” jelasnya.

Agar mempermudah proses tracing kasus di masyarakat, Dinkes Samarinda mengimbau warga yang baru melakukan perjalanan dari luar daerah untuk segera melapor ke call center 112. Selain itu, warga juga diminta mematuhi secara ketat protokol kesehatan.

“Mohon bantuan untuk meningkatkan kewaspadaan dini pemakaian masker dan protokol kesehatan dan meningkatkan pelaporan ke 112 bagi masyarakat yang baru datang bepergian dari luar Samarinda,” pungkasnya. (*)