PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Jabatan Direksi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Samarinda bakal diisi pimpinan yang baru.
Hal itu disampaikan Wali Kota Samarinda Andi Harun seusai audiensi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BPR Samarinda pada Senin (5/9/2022) di Balai Kota.
Dalam kesempatan itu, Andi Harun menyatakan, kabar Direksi BPR akan diganti diterimanya setelah OJK Kaltim menyampaikan hasil kajian dan penelitian terhadap calon direksi BPR Samarinda yang rampung melewati tahap fit and proper test.
“Sudah muncul nama. Tapi saya belum bisa sebut jumlah dan namanya siapa saja,” ujar Andi Harun.
Mantan Wakil Ketua DPRD Kaltim itu menambahkan, pergantian itu dalam kepentingan penyegaran dan peningkatan produktifitas BPR Samarinda sebagai perusahaan daerah.
“Jadi kalau ada pergantian, itu semata-mata untuk kebutuhan penyegaran dan peningkatan produktifitas,” imbuhnya.
Sebagai informasi, pekan lalu, direktur yang sebelumnya menahkodai BPR Samarinda disebutkan Andi Harun tengah diperiksa pihak kepolisian.
Itu lantaran adanya dugaan praktik kredit fiktif yang ditengarai merugikan BPR Samarinda hingga Rp 4,7 miliar, seperti yang diumumkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Kaltim pada Mei 2021 silam.
Meski begitu, Andi Harun belum dapat menyebut pimpinan BPR Samarinda sebelumnya itu tersandung tindak pidana korupsi lantaran saat ini telah diproses Polresta Samarinda dan belum memiliki kekuatan hukum tetap.
“Jadi hanya diberhentikan dengan hormat, karena korupsi itu hanya bisa dijustifikasi setelah ada putusan di pengadilan. Kita harus hati-hati,” pungkasnya. (Advertorial)