Usai Bebas Bersyarat, Ngabalin Ingatkan Rizieq Shihab Kritik Pemerintah dengan Cara yang Lebih Beradab

oleh -
oleh
Ali Mochtar Ngabalin/tempo.co

PUBLIKKALTIM.COM – Rizieq Shihab diminta untuk menciptakan suasana teduh setelah bebas dari penjara.

Hal itu disampaikan oleh Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin.

Ngabalin berharap Rizieq sebagai tokoh panutan bagi simpatisannya dapat menjadi contoh yang baik.

“Paling tidak kehadiran beliau di tengah masyarakat kembali setidaknya bisa menjadi tokoh yang bisa memberikan pencerahan, memberikan suasana yang lebih teduh, suasana yang lebih nyaman bagi negeri kita dengan ketokohan Rizieq itu,” ucap Ngabalin, Jumat (22/7/2022).

Ngabalin berpendapat seorang ulama harus memiliki adab dalam mengingatkan dan menasihati pimpinan di negerinya.

Sehingga, Ngabalin meminta Rizieq mengedepankan cara tersebut dalam menyampaikan kritik

“Cara seorang tokoh atau ulama atau yang memiliki peradaban beragama dalam mengingatkan pemerintah, dalam mengingatkan nasihat kepada pemangku kuasa negara, itu ada caranya dan itu Rizieq tahu. Sehingga pakai cara-cara yang lebih beradab dan diatur dalam aturan agama,” harapnya.

BERITA LAINNYA :  Respon Soal Pemindahan IKN, Ngabalin Sebut Indonesia Tak Lagi Jawa Sentris

Sebagai informasi, Rabu, 20 Juli 2022, eks Imam Besar FPI Rizieq Shihab bebas bersyarat.

Ia sebelumnya ditahan sejak 12 Desember 2020 dengan masa ekspirasi akhir pada 10 Juni 2023 mendatang dan habis masa percobaan pada 10 Juni 2024.

Rizieq Shihab dipenjara atas dua tindak pidana, yakni terkait Kekarantinaan Kesehatan dan satu tindak pidana menyiarkan berita bohong . (*)

1.193 Tayangan