Wali Kota Andi Harun Komitmen Akan Tingkatkan Kesejahteraan Guru Sesuai Kemampuan Daerah

oleh -
Wali Kota Andi Harun saat diwawancara awak media

PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mensejahterahkan pendapatan guru terus digaungkan hingga saat ini.

Bahkan Wali Kota Samarinda, Andi Harun dalam beberapa waktu terakhir menyebut dirinya kerap mendiskusikan persoalan itu kepada sekretaris daerah dan para asistennya terkait upah guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dianggap terlalu kecil.

“Sering saya sampaikan dihadapan sekda, sudah berapa lama gaji sekecil ini diterima oleh bapak/ibu guru ASN kita? Saatnya untuk ditingkatkan,” ucap Andi Harun saat menyampaikan sambutannya dihadapan Paripurna DPRD Samarinda pada Senin, 21 November 2022.

Orang nomor satu di Samarinda itu bahkan tak ragu menaikkan upah guru ASN setiap tahun, yang mana perhitungannya berdasarkan kemampuan keuangan daerah.

“Setiap tahun akan kita (pemkot) tingkatkan berdasarkan kemampuan keuangan daerah,” tegas dia.

Selanjutnya, pemkot disebut Andi Harun juga telah merancang peraturan walikota terkait kemampuan keuangan daerah.

Agar, tiap kebijakan yang dilaksanakan di masa mendatang, bebas dari kepentingan politik.

“Segala kebijakan harus objektif. Tidak politis, berdasarkan perhitungan yang sistematis dan akuntabel,” tegasnya.

Di sisi lain, Andi Harun kembali menyinggung soal tambahan perbaikan penghasilan atau TPP diluar tunjangan profesi dan tambahan penghasilan (tamsil) melalui finalisasi revisi Perwali 8/2022 tentang insentif guru dan Perwali 5/2021.

BERITA LAINNYA :  Polisi Kawal Ketat Pembongkaran Makam Yusuf Sebelum Lakukan Proses Autopsi

Khususnya terkait penyusunan kriteria penerima TPP yang tidak boleh beririsan dengan kriteria TPG dan Tamsil.

“Pada akhirnya, teman-teman guru akan mengerti bahwa pemkot bukannya tidak ingin memberikan. Tapi untuk menjaga, melakukan perlindungan hukum kepada tenaga kerja pemerintah termasuk penerima (TPP) dari risiko hukum berdasarkan kebijakan yang tepat dan diputuskan secara hati-hati,” tegasnya.

Yang tidak kalah penting, Andi Harun katakan di tahun 2023 mendatang, akan ada kemungkinan jika TPP guru di Samarinda, berada diatas Rp 700 ribu.

“Saat ini kami sudah memikirkan untuk menaikkan TPP tersebut diatas Rp 700 ribu ditahun 2023 mendatang,” katanya menegaskan. (*)