Warga Mulai Resah, Usir KKB Pakai Busur dan Panah

oleh -80 views
oleh
Ilustrasi KKB/viva.co.id

PUBLIKKALTIM.COM – Masyarakat Kampung Bilogai Kabupaten Intan Jaya mengusir kelompok separatis bersenjata yang biasa disebut KKB atau KST menggunakan busur dan panah.

Pasalnya, warga resah karena KKB kerap menjadikan ibu-ibu dan anak-anak sebagai ‘tameng’ perlindungan mereka.

Hal itu diungkap Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Kav Herman Taryaman.

“Akibat serangan gerombolan KST tersebut, masyarakat Kampung Bilogai Kabupaten Intan Jaya berkumpul membawa busur dan panah untuk berupaya mengusir gerombolan KST,” ujarnya.

Dijelaskannya, dalam dua hari terakhir, warga berselisih dan bahkan mengusir kelompok bersenjata itu saat dalam pelarian usai menyerang anggota TNI-Polri di wilayah Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.

Herman mengatakan pada Minggu (23/4) gerombolan KKB menggunakan dua senjata api laras panjang menyerang aparat TNI Yonif 305/Tkr saat berada di Kampung Sambili menuju Kampung Kusage.

“Selanjutnya Aparat TNI melakukan penindakan, namun gerombolan KST melarikan diri,” kata Herman dalam keterangan tertulis, Selasa (25/4).

BERITA LAINNYA :  Dapat Bantuan Kendaraan Operasional, DPRD Samarinda Berharap TNI dan Kepolisian Dapat Jalankan Tugas dengan Baik

Ia mengatakan serangan KKB itu membuat resah masyarakat di kampung Sambili, kampung Kusage dan kampung Mamba Bawah.

“Maka terjadi keributan antara gerombolan KST dengan masyarakat kampung, karena masyarakat mengusir dan berusaha melawan gerombolan KST yang selama ini menjadikan masyarakat sebagai tameng dan sering mengancam masyarakat,” katanya.

Lalu pada Senin (24/4), KKB disebut menyerang dan menembak aparat dari Brimob Polri di Kampung Bilogai.

Prajurit Satgas Yonif 305/Tkr yang berada di sekitar wilayah Intan Jaya mendengar kejadian tersebut, lalu bersiaga mengantisipasi terjadi serangan lanjutan. (*)

1.029 Tayangan