Anak Jalan Tak Jera Pasca Penertiban, DPRD Samarinda Menduga Masih Ada Masyarakat yang Empati Memberi Uang

oleh -
oleh
Ilustrasi Anak Jalanan/telisik.id

PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti menyoroti  fenomena bersih-bersih kaca kendaraan di lampu merah yang dilakukan anak-anak jalanan.

Sri Puji Astuti mengatakan, ia kerap melaporkan aktivitas tersebut kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP)  Samarinda.

“Saya sering nge-share ya. Ke Satpol-PP, nanti diamankan nanti ada lagi,” ujarnya, Jumat (12/11/2021).

Puji menduga masih ada empati masyarakat dengan memberi sejumlah uang ke anak jalanan, sehingga mereka tidak jera pasca penertiban.

“Selama masyarakat Samarinda tidak memberi uang mereka pasti juga tidak ada,” ucapnya.

Sebagai informasi, sanksi pelanggaran aktivitas anak jalanan dan gepeng telah diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2017 Terkait Larangan Pemberian Uang Kepada Pengemis Anak Jalanan Dan Gelandangan Di Kota Samarinda.

Lebih lanjut, Puji menjelaskan menjamurnya anjal atau gepeng di Kota Tepian tidak lepas dari faktor pendidikan dan lapangan kerja yang berkurang.

BERITA LAINNYA :  Andi Harun Jadi Pemateri Orasi Ilmiah Masa Ta’aruf di UMKT, Dorong Mahasiswa Hukum Jadi Pelopor Perubahan

Pendidikan khususnya, dikatakan puji merupakan jembatan awal dalam mempersiapkan SDM yang memiliki daya saing.

“Kita hanya bisa mendorong diadakan pelatihan-pelatihan untuk anak-anak yang baru lulus. Itupun masih terkendala dengan persoalan anggaran,” ungkapnya.

Hingga saat ini, perbandingan antara kebutuhan pelatihan SDM dan kekuatan anggaran daerah tidak berbanding lurus.

“Misal kita butuh 1000 orang peserta pelatihan. Tapi anggaran kita cuma mampu untuk 100 orang. 900 orang lain tidak terjamah,” katanya. (Advertorial)

1.049 Tayangan