Kasus Mahasiswi Unri Dicium Dosen, Polisi Sebut Sudah Naik ke Tahap Penyidikan

oleh -
Ilustrasi pelecehan/jatimtimes.com

PUBLIKKALTIM.COM – Kasus mahasiswi Universitas Riau (Unri) yang diduga dicium dosen saat bimbingan skripsi terus didalami pihak kepolisian.

Polisi menyebut kasus tersebut telah naik ke tahap penyidikan.

Kasus ini mencuat setelah sebuah video pengakuan seorang mahasiswi soal pelecehan seksual di kampus Unri viral.

Mahasiswi tersebut mengaku menjadi korban pelecehan yang diduga dilakukan Dekan FISIP Unri Syafri Harto.

Wanita dengan wajah yang disamarkan itu mengaku mahasiswi Jurusan Hubungan Internasional angkatan 2018 yang sedang menjalani bimbingan skripsi.

Dia mengaku mengalami pelecehan pada akhir Oktober lalu di lingkungan kampus.

Mahasiswi itu mengaku dicium Syafri saat bimbingan. Kasus ini telah dilaporkan ke polisi.

Syafri telah membantah tudingan tersebut.

Dia kemudian melaporkan balik mahasiswi tersebut ke Polda Riau.

Syafri melapor karena merasa nama baiknya dicemarkan. Dia juga mengancam akan menuntut Rp 10 miliar ke mahasiswi itu.

Sementara itu polisi juga telah memeriksa Dekan FISIP Unri, Syafri Harto. Syafri bungkam setelah diperiksa kepolisian.

Polisi Tingkatkan Penyidikan Kasus Mahasiswi Unri Dicium Dosen

Kini polisi telah meningkatkan penanganan kasus mahasiswi Universitas Riau (Unri) diduga dicium dosen saat bimbingan skripsi ke penyidikan. Proses hukum terus berlangsung.

“Ya, ditingkatkan ke penyidikan,” kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto saat dimintai konfirmasi, Kamis (11/11/2021).

Sunarto mengatakan kasus itu ditingkatkan ke penyidikan setelah polisi memeriksa Dekan FISIP Unri Syafri Harto dan saksi lain. Polisi juga telah memeriksa saksi dari pihak korban.

“Saksi-saksi sudah diperiksa, korban juga sudah diperiksa. Maka hari ini kasus telah ditingkatkan ke penyidikan,” kata Sunarto.

Kasus itu ditingkatkan setelah penyidik Ditreskrimum menggelar prarekonstruksi di ruang dekan FISIP Unri, Pekanbaru. Dia belum menjelaskan siapa tersangka dalam kasus ini.

BERITA LAINNYA :  Kasus Narkotika, Polsek Sungai Kunjang Tangkap Pria Usia 31 Tahun Gegara Bawa Sabu

“Tadi malam kita prarekonstruksi di ruang Dekan. Ada korban, saksi staf Dekan, sama Dekan, tapi tidak dijumpakan,” katanya.

Ruang Dekan FISIP Unri Dipasang Garis Polisi

Penyidik Polda Riau menggelar prarekonstruksi kasus dugaan pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswi FISIP Universitas Riau (Unri). Penyidik menyegel ruang Dekan FISIP Syafri Harto.

Pantauan detikcom, gedung dekanat FISIP Unri dijaga pihak keamanan kampus. Semua pihak dilarang masuk ke ruang Dekan FISIP yang telah disegel penyidik.

“Tidak boleh masuk, Pak, memang begitu ketentuannya,” ujar pihak keamanan di lokasi, Kamis (11/11/2021).

Ada garis polisi yang dipasang di depan ruangan tempat mahasiswi diduga korban pelecehan itu melakukan bimbingan skripsi.

Polisi menyebut ruangan itu merupakan ruang Dekan FISIP Syafri Harto.

“Iya, disegel, police line. Dipasang setelah tadi malam menggelar prarekonstruksi,” kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto.

Polisi juga telah meningkatkan status perkara dari penyelidikan ke penyidikan.

Sunarto mengatakan kasus ditingkatkan ke penyidikan setelah polisi memeriksa Dekan FISIP Unri Syafri Harto dan saksi lain serta pihak korban.

“Saksi-saksi sudah diperiksa, korban juga sudah diperiksa. Maka hari ini kasus telah ditingkatkan ke penyidikan,” kata Sunarto. (*)

Artikel ini telah tayang di detiknews dengan judul “Menanti Tersangka di Kasus Dugaan Dosen Ciumi Mahasiswi Unri” selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-5807777/menanti-tersangka-di-kasus-dugaan-dosen-ciumi-mahasiswi-unri.