BMKG Soroti Es Puncak Jaya Papua, Diprediksi Hilang Total Sebelum 2026

oleh -
oleh
Ilustrasi Puncak_Jaya Papua/ksmtour.com

PUBLIKKALTIM.COM – Es abadi di wilayah Puncak Jayawijaya Papua disorot Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

BMKG menyebut es di Puncak Jaya Papua tersebut tak lagi abadi.

Pasalnya, es Puncak Jaya yang setara dengan 10 lapangan bola itu diperkirakan bisa hilang total sebelum 2026.

“Kita juga melakukan pemodelan untuk memproyeksikan keberadaan es ini akan berapa lama, kita keluar dengan conclusion ice loss akan terjadi sebelum 2026. Kemungkinan ini akan semakin besar jika ada strong El Nino,” ujar Donaldi Sukma Permana, Koordinator Penelitian Klimatologi di Puslitbang BMKG dalam sebuah seminar daring, Selasa (22/8) dikutip dari CNNIndonesia.

Ia menjelaskan tren pencairan gletser terjadi di seluruh dunia, baik itu es yang berada di wilayah kutub utara dan selatan maupun es yang ada di wilayah pegunungan tropis.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebut penipisan ketebalan es di wilayah pegunungan Papua hanya berada pada kisaran satu meter per tahun di periode 2010-2015.

Namun ketika El Nino terjadi pada 2015-2016, angka tersebut melonjak drastis menjadi 5 meter per tahun.

“Sejak pertama pengamatan hingga saat ini, tutupan es di Puncak Jaya mengalami pencairan dan menuju kepunahan. Pada tahun 2010 tebal es diperkirakan 32 meter, penipisan es sebesar 1 meter per tahun terjadi pada tahun 2010 hingga 2015. Di tahun 2015-2016 penipisan es mencapai 5 meter per tahun,” kata Dwikorita dalam acara yang sama.

BERITA LAINNYA :  Jelang Debat Terakhir Pilpres 2024, Prabowo Telah Persiapkan Materi Sesuai Tema

“Sedangkan sejak 2016-2022 penipisan es sekitar 2,5 meter per tahun,” jelasnya.

Dwikorita juga menyebut El Nino yang terjadi pada tahun ini berpotensi memperburuk penipisan es di Papua.

“Fenomena El Nino tahun 2023 ini berpotensi untuk mempercepat kepunahan tutupan es di Puncak Jaya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Puncak Jaya bukan satu-satunya yang memiliki es di puncaknya.

Ada beberapa gunung wilayah di tropis seperti Gunung Himalaya, Tibet, Gunung Kilimanjaro, Tanzania, dan Gunung Quelccaya, Peru juga memiliki es di puncaknya. (*)