Buru 8 Tahanan Buron, Kapolresta Balikpapan Minta Kerjasama dari Masyarakat Sekitar Maupun Diluar Daerah

oleh -
oleh
Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Thirdy Hadmiarso yang mengimbau agar masyarakat bisa turut serta memberikan informasi jika melihat ke delapan tahanan buron yang baru melarikan diri. (IST)

PUBLIKKALTIM.COM – Pengejaran polisi terhadap delapan tahanan yang masih buron masih terus dilakukan jajaran Polresta Balikpapan.

Selain melakukan pengejaran, pihak kepolisian saat ini juga telah memperketat pengawasan di area jalur keluar kota.

Tak berhenti sampai di situ, agar upaya perburuan delapan buron menjadi maksimal pihak kepolisian juga meminta kerjasama dari masyarakat sekitar, maupun diluar daerah.

“Kami mengimbau kepada masyarakat mungkin ada yang melihat ataupun memiliki informasi segera beritahukan kepada kami,” imbau Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Thirdy Hadmiarso, Sabtu (31/12/2022).

Selain meminta kerjasama kepada masyarakat, Thirdy juga menerangkan agar siapapun dari delapan orang buron itu yang mengetahui polisi terus melakukan pengejaran meminta agar segera menyerahkan diri.

“Ataupun yang bersangkutan segera menyerahkan diri,” kata Thirdy.

Lebih jauh diungkapkannya, kalau semua tahanan yang melarikan diri dari tahanan Polresta Balikpapan merupakan pelaku pidana yang ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Balikpapan.

“Ya, semua adalah kasus PPA yang kita tangani di Polresta Balikpapan,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, pada Sabtu (31/12/2022) sekitar pukul 00.00 hingga 01.00 Wita dini hari, 11 tahanan berhasil meloloskan diri dari sel penjara Polresta Balikpapan.

Dari 11 tahanan yang kabur, tiga di antaranya sudah berhasil diamankan kembali. Namun delapan lainnya kini masih dalam perburuan petugas di malam pergantian tahun saat ini.

“Tiga orang sudah kita tangkap, pada pukul 3 dini hari. Dan selebihnya masih kita lakukan pengejaran,” ucap Kapolresta Balikpapan sebelumnya.

BERITA LAINNYA :  Hariz Azhar dan Fatia Ditetapkan Tersangka, Sejumlah Aktivis Geruduk Polda Metro Jaya

Lanjut dijelaskan Thirdy, kalau 11 tahanan itu berhasil kabur setelah memotong tralis besi sel penjara menggunakan gergaji.

“Mereka menggergaji tralis yang ada di pentilasi,” tambahnya.

Gergaji besi yang dimiliki para tahanan untuk memotong tralis penjara masih belum diketahui pasti didapatkan dari mana.

Namun yang jelas setelah berhasil membuat celah untuk melarikan diri, kesemuanya lantas keluar dari dinding penjara menggunakan ikatan kain sarung yang sudah dirangkai.

“Ya dia turun dari pentilasi tersebut meloncat menggunakan ikatan sarung yang digunakan di dalam tahanan. Nanti kita akan evaluasi, dan akan kita telusuri, itu akan kami cek kembali apakah ada unsur-unsur pidana lain, atau ikut serta membantu mereka melarikan diri,” bebernya.

Setelah keluar dari sel tahanan, diduga ke 11 penjahat itu memanjat pagar tembok yang ada di belakang halaman Polresta Balikpapan.

“Untuk cara mereka kabur kita masih dalami, karena butuh proses. 3 yang melarikan diri kita tangkap di Balikpapan. Sementara kita masih telusuri apakah ada unsur-unsur membantu memasukkan gergaji,” pungkasnya.

(*)