Dosen Usir Mahasiswa Non-Biner, Rektor Unhas Buka Suara

oleh -
oleh
Universitas Hasanuddin/liputan6.com

PUBLIKKALTIM.COM – Salah satu dosen di Universitas Hasanuddin (Unhas) mengusir mahasiswa baru yang memilih gender netral (non-biner) saat mengikuti pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru (PKKMB).

Terkait hal itu, Rektor Unhas Jamaluddin Jompa menyampaikan permohonan maaf.

“Bahwa ini Unhas inklusif, iya. Bahwa ini Unhas terbuka untuk semua, iya. Tapi tentu, kita juga ya, terbuka peluang untuk ada hal-hal sedikit selip, kita perbaiki, kita minta maaf kalau perlu,” ujar Jamaluddin dikutip dari detikSulsel, Minggu (21/8/2022).

Lebih lanjut, Jamaluddin juga menyebut peristiwa viral itu bukan pengusiran.

Menurutnya, apa yang terjadi merupakan sesuatu yang biasa dalam proses belajar di kampus sebagai mahasiswa.

“Saya kira bukan pengusiran, itu kan bahasa-bahasa biasalah dalam penerimaan mahasiswa baru itu suara-suara keras, kan pernah juga mahasiswa toh?” jelas Jamaluddin.

BERITA LAINNYA :  Jaksa Agung RI Siapkan Langkah Hukum Besar Dorong Penuntutan Internasional Genosida Israel di Gaza

Sementara Wakil Rektor I Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Unhas Muhammad Ruslin menyebut persoalan tersebut sudah diselesaikan.

Akan tetapi ia tidak menjelaskan lebih lanjut terkait proses penyelesaian yang dimaksud.

“Izin Pak Rektor, masalah itu sudah diselesaikan Bapak Dekan Fakultas Hukum tadi pagi. Jadi dengan orang tuanya, mahasiswanya, dosennya juga. Iya sudah selesai,” ungkap Ruslin dalam kesempatan yang sama. (*)