Dukung Pelaku Usaha Tembus Pasar Global, Kaltim Lepas Ekspor Kayu Olahan dan Bungkil Sawit

oleh -
oleh
Suasana acara pelepasan ekspor komoditas yang berlangsung di Pelabuhan Samudera Palaran, Samarinda/ist

PUBLIKKALTIM.COM – Ekspor tiga komoditas unggulan daerah dengan nilai total mencapai Rp5,4 miliar resmi dilepas oleh Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Timur (Karantina Kaltim), bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim).

Acara pelepasan ekspor ini berlangsung di Pelabuhan Samudera Palaran, Samarinda, dalam kegiatan bertajuk “Akselerasi Ekspor Komoditas Unggulan Daerah Kalimantan Timur.”

Pelepasan ini menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus mendukung program hilirisasi industri nasional yang tengah digencarkan oleh pemerintah pusat.

Tiga Komoditas Unggulan Dikirim ke Pasar Global

Tiga jenis komoditas bernilai tinggi yang dilepas ekspornya berasal dari sektor kehutanan dan perkebunan.

Komoditas pertama adalah produk Kayu Veneer dari PT Orimba Alam Kreasi, dengan volume mencapai 167,445 meter kubik dan nilai ekspor lebih dari Rp2,2 miliar, yang dikirim ke India.

Komoditas kedua adalah produk olahan kayu berupa Keruing Core Veneer, Keruing Face Veneer, dan Keruing Veneer dari PT Kayu Alam Perkasa Raya.

Volume yang diekspor mencapai 230,281 meter kubik dengan nilai lebih dari Rp2 miliar, juga menuju pasar India.

Sementara itu, komoditas ketiga berasal dari sektor perkebunan, yakni Palm Kernel Expeller (PKE) atau bungkil sawit dari PT Sinar Sawit Sentosa.

Sebanyak 504,67 ton PKE diekspor dengan nilai mencapai Rp1,2 miliar ke Tiongkok.

Ketiga produk tersebut telah melalui proses pengolahan, yang menjadikan nilai tambahnya lebih tinggi dibanding bahan mentah.

Hal ini sejalan dengan strategi hilirisasi yang tengah didorong pemerintah untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional.

Barantin: Ekspor Berkontribusi pada Asta Cita dan Hilirisasi Nasional

Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat M. Panggabean, dalam sambutannya menegaskan bahwa capaian ekspor ini mendukung dua poin penting dalam Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, yakni melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi nasional untuk meningkatkan nilai tambah dalam negeri, serta menciptakan lapangan kerja berkualitas dan mendorong kewirausahaan nasional.

“Produk-produk yang diekspor hari ini telah melalui proses pengolahan yang menambah nilai jualnya. Ini menunjukkan bahwa kita tidak lagi mengekspor bahan mentah, tetapi produk yang siap bersaing di pasar global,” ujar Sahat.

BERITA LAINNYA :  Ratusan Triliun Anggaran Belum Terserap Jelang Akhir Tahun, Menteri Keuangan Bakal Evaluasi di Akhir Oktober

Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh petugas karantina yang telah memastikan semua persyaratan fitosanitari dan standar mutu internasional terpenuhi.

Menurutnya, petugas karantina memainkan peran vital dalam menjaga citra Indonesia sebagai negara eksportir yang profesional dan berintegritas.

“Setiap produk yang kita ekspor adalah representasi dari kualitas bangsa. Oleh karena itu, standar mutu dan keamanan harus terus kita jaga,” tambah Sahat.

Karantina Kaltim Dukung Pelaku Usaha Tembus Pasar Global

Kepala Karantina Kalimantan Timur, Arum Kusnila Dewi, menyampaikan bahwa lembaganya berkomitmen menjadi mitra strategis bagi pelaku usaha.

Ia menekankan bahwa Karantina Kaltim tidak hanya berperan sebagai pengawas, tetapi juga sebagai fasilitator dalam mempermudah proses ekspor.

“Kami menjunjung tinggi prinsip integritas dan profesionalitas. Karantina Kaltim hadir untuk mendukung pelaku usaha agar lebih cepat dan mudah menembus pasar global,” ungkap Arum.

Ia juga menyampaikan bahwa hingga 20 Oktober 2025, nilai ekspor komoditas pertanian dari Kalimantan Timur yang tercatat melalui sistem BEST TRUST (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology) telah mencapai lebih dari Rp11 triliun.

Sementara itu, ekspor komoditas perikanan mencapai Rp947,3 miliar.

Beberapa komoditas andalan ekspor dari Kaltim di antaranya adalah produk olahan kayu, turunan kelapa sawit, kepiting bakau hidup, serta udang segar dan beku.

Acara pelepasan ekspor ini juga dihadiri oleh jajaran pimpinan Barantin, para eksportir, perangkat daerah, serta perwakilan instansi terkait lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, seluruh pihak menyatakan optimisme bahwa volume, nilai, dan variasi komoditas ekspor dari Kalimantan Timur akan terus meningkat ke depannya.

“Momen pelepasan ekspor ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol semangat kolaborasi untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat secara ekonomi. Dengan hilirisasi yang terus berkelanjutan, kami yakin Kalimantan Timur bisa menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkas Arum. (*)