Fakultas Hukum UGM Gelar Nobar Film Dirty Vote, Bahas Kecurangan Pemilu 2024

oleh -
Film dokumenter terbaru berjudul Dirty Vote/HO

PUBLIKKALTIM.COM – Selasa (13/2/2024), Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar acara nonton bareng film dokumenter Dirty Vote untuk kuliah umum.

Diketahui, rumah produksi WatchDoc baru saja merilis film dokumenter terbaru berjudul Dirty Vote.

Film yang disutradarai Dandhy Dwi Laksono itu berisi tentang kecurangan-kecurangan di Pemilu 2024.

Film itu menampilkan tiga ahli hukum tata negara, yaitu Bivitri Susanti, Feri Amsari, dan Zainal Arifin Mochtar.

“Ketiganya menerangkan betapa berbagai instrumen kekuasaan telah digunakan untuk tujuan memenangkan pemilu sekalipun prosesnya menabrak hingga merusak tatanan demokrasi,” dikutip dari CNNIndonesia.

Lebih lanjut, agenda nonton bareng ini dilangsungkan lewat zoom cloud meeting yang dimulai pukul 09.00 WIB.

Dalam undangan yang beredar, hadir sebagai narasumber yakni tiga ahli tata negara yang tampil dalam Dirty Vote menerangkan kecurangan dalam pemilu, yakni Bivitri Susanti, Feri Amsari, dan Zainal Arifin Mochtar.

Hadir pula sejumlah dosen hukum tata negara UGM lainnya, antara lain Yance Arizona, Andy Omara, Mahaarum Kusuma Pertiwi, Herlambang Perdana Wiratraman, Dian Agung Wicaksono, Andi Sandi Antonius, dan Joko Setiono.

Dalam undangan disebutkan, agenda nonton bareng ini wajib diikuti mahasiswa pengambil mata kuliah HTD Dasar seperti Teori dan Praktik Pembentukan Perundang-undangan, PLKH Hukum Acara MK, Hukum Parpol dan Pemilu, Lembaga Kepresidenan, Hak Konstitusi Warga Negara, Kelembagaan Negara, Constitutional Law, Indonesian Judiciary dan Local Government.

BERITA LAINNYA :  Update Raperda RTRW Kaltim 2024-2042, Pansus Belum Terima Persetujuan Substansi dari Kementerian ATR/BPN 

Acara nonton bareng ini juga disiarkan oleh kanal YouTube Pusat Kajian Demokrasi, Konstitusi dan HAM (PANDEKHA) Fakultas Hukum UGM.

“Selamat menikmati film ini jadi untuk pembelajaran kita bersama-sama untuk membahas persoalan pemilu dari perspektif hukum tata negara,” ujar ucap Yance membuka acara nobar dan kuliah umum tersebut.WatchDoc sebelumnya juga pernah merilis film-film dalam momentum pemilu.

Pada 2014, mereka meluncurkan film Ketujuh. Lalu pada 2017, menjelang Pilkada DKI Jakarta, mereka menerbitkan Jakarta Unfair. Pada Pilpres 2019, ada film Sexy Killers. (*)