Hadiri Musda IV PPNI Samarinda, Wali Kota Andi Harun Sebut Kesejahteraan Perawat Perlu Diperjuangkan

oleh -
oleh
Wali Kota Andi Harun saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) IV Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Samarinda di salah satu Hotel berbintang di Bilangan Jalan Letjen S.Parman, Kelurahan Sidodadi.

PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Musyawarah Daerah (Musda) IV Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Samarinda turut dihadiri Wali Kota Samarinda Andi Harun.

Acara tersebut digelar di salah satu Hotel berbintang di Bilangan Jalan Letjen S.Parman, Kelurahan Sidodadi.

Dalam kesempatan itu, Andi Harun menuturkan, perawat merupakan garda terdepan dalam kesehatan di suatu daerah, terutama pada masa pandemi Covid-19, para tenaga kesehatan memiliki peran penting.

Oleh karena itu, kesejahteraan para perawat di seluruh Indonesia perlu diperjuangkan.

Lewat Musda PPNI kota Samarinda, para perawat diharapkan selalu terjaga semangatnya, dan PPNI terus memperjuangan kesejahteraan seluruh perawat.

“Semoga PPNI selalu sukses, tidak lelah memperjuangkan kesejahteraan perawat. Mungkin persoalan kesejahteraan tidak akan terselesaikan dalam satu periode kepemimpinan PPNI, tetapi diharapkan perjuangan tersebut terus berlanjut di kepengurusan berikutnya, sampai kesejahteraan itu meningkat seperti yang diharapkan para perawat,” ujar kata Andi Harun kepada awak media usai Musda IV PPNI kota Samarinda.

Mantan Wakil Ketua DPRD Kaltim ini, memberikan masukan kepada PPNI, untuk mengusulkan kesejahteraan perawat kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov).

BERITA LAINNYA :  Sebut Islam Arogan, Abu Janda Dipanggil Bareskrim Polri Hari Ini

Hal itu lantaran Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemprov terbilang cukup besar.

“Mari kita bicarakan dan usulkan kepada Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor. Semoga ada alokasi anggaran bantuan untuk meningkatkan kesejahteraan profesi perawat dan guru di seluruh wilayah Kaltim,” harapnya.

Lebih lanjut, kata AH sapaan Andi Harun, dirinya merasakan betul, apa yang dirasakan masing-masing kepala daerah se Kaltim.

“Saya selaku Wali Kota Samarinda merasakan betul, apa yang dirasakan bupati dan wali kota di 10 kabupaten dan kota di Kaltim. Bupati dan wali Kota semua mempunyai keinginan untuk meningkatkan kesejahteraan perawat dan guru, bahkan profesi yang lainnya,” jelasnya.

Kendati memiliki keinginan mensejahterakan, namun sangat disayangkan terhalang keterbatasan anggaran daerah.

“Kondisi ini tidak hanya dialami kota Samarinda saja,” pungkasnya. (Advertorial)