Hadiri Undangan Pj Gubernur Kaltim, Hasanuddin Mas’ud: Bahas Isu-isu Strategis dan Persoalan yang Ada di Daerah

oleh -
oleh
Suasana Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud saat hadiri undangan Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik/HO

PUBLIKKALTIM.COM – Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud hadiri undangan  Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik di Hotel Platinum Balikpapan, Rabu (15/11) malam.

Selain Hasanuddin Mas’ud, hadir juga seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), OPD Pemprov Kaltim, dan Bupati/Walikota se-Kaltim.

Dalam kesempatan itu, Hasanuddin Mas’ud mengatakan tujuan pertemuan itu yakni untuk membahas isu-isu strategis dan persoalan yang ada di daerah.

“Untuk membahas isu-isu strategis dan persoalan yang ada di daerah, dan pertemuan seperti ini harus sering-sering dilakukan,” ujarnya.

Politisi Golkar menyambut baik upaya Pemprov Kaltim menyatukan persepsi dalam menangani persoalan yang perlu penanganan segera.

“Ini langkah positif dari Pj Gubernur dengan mengumpulkan seluruh kepala daerah. Apalagi memasuki tahun politik seperti sekarang ini. Keamanan dan kelancaran proses pemilu itu harus terjamin,” sebutnya.

Hasanuddin Mas’ud juga mengungkapkan, dari hasil pertemuan itu,  dipastikan bupati/walikota se Kaltim akan melakukan pertemuan rutin minimal sekali dalam tiga bulan.

Sementara, pertemuan Forkopimda akan dilaksanakan setiap bulan.

BERITA LAINNYA :  Kunker ke DPRD Jateng, BK DPRD Kaltim Diskusi Soal Kedisiplinan Anggota Dewan

“Sudah disepakati dengan Pj Gubernur, paling tidak sekali tiga bulan kita akan rapat koordinasi untuk menyinkronkan program pusat dengan kewenangan di daerah baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” jelasnya.

Sementara itu, Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik mengungkapkan, dengan melakukan pertemuan dengan seluruh Kepala daerah se Kaltim, ia mampu mengetahui persoalan-persoalan yang ada di daerah.

Oleh sebab itu, sebutnya, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota harus sering-sering berkomunikasi dan bertemu untuk menyinkronkan agar kewenangan bisa dilakukan lebih tepat sasaran.

“Setidaknya bisa terlihat dimana yang masih ada miskomunikasi dan misregulasi agar segara dapat ditindaklanjuti,” pungkasnya. (Advertorial)