PUBLIKKALTIM.COM – Yusril Ihza Mahendra mengumumkan mundur dari jabatan ketua umum (ketum) Partai Bulan Bintang (PBB) sekaligus hengkang dari partai.
Yusril mengumumkan mundur dalam sidang Musyawarah Dewan Partai (MDP), Sabtu (18/5/2024).
Dijelaskan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Afriansyah Noor, keputusan Yusril mundur disampaikan secara mendadak karena alasan capek dan ingin lebih profesional di luar partai.
Kendati demikian, Yusril mengaku akan tetap aktif dalam dunia politik dalam kapasitasnya sebagai pribadi dengan latar belakang akademisi.
“Dia (Yusril) berniat ingin mundur, berada di luar partai. Alasannya capek, kemudian ingin berdiri sendiri, profesional,” ujar Afriansyah Noor, Minggu (19/5) dikutip dari detikcom.
Disampaikannya, Yusril juga mundur dari jajaran pengurus pusat partai.
Sebelum mundur, Yusril sempat ingin menunjuk Fahri Bachmid sebagai penggantinya secara aklamasi.
Untuk diketahui, di partai, Fahri menjabat sebagai Ketua Mahkamah Partai.
Namun, usulan itu ditolak sebagian kader.
Afriansyah Noor lalu mengusulkan agar daripada aklamasi, penunjukan Pj Ketua Umum dilakukan lewat voting.
“Kalau aklamasi kan kesannya memaksakan kehendak’. Akhirnya Bang Yusril setuju. Saya bilang ketika saya kalah saya akan mendukung keputusan hasil voting,” ucapnya.
Dalam pemungutan suara memilih Pj ketum, Fahri yang juga menjabat sebagai Ketua Mahkamah Partai mendapat dukungan 29 suara.
Sementara, Sekjen Afriansyah Noor memperoleh dukungan 20 suara.
Namun, status Fahri saat ini masih sebagai Pj Ketua Umun.
Sementara, Ketua Umum definitif baru akan dipilih dalam Muktamar Partai yang akan digelar pada Januari tahun depan.
Pemungutan suara akan dilakukan dengan mengundang seluruh pengurus di 514 kabupaten kota, dan 38 provinsi serta badan otonom dan badan kehormatan partai. (*)