Iran Klaim Serang Kapal Angkatan Laut AS, Rudal Bertuliskan Pesan Religius

oleh -
oleh
Iran Klaim Serang Kapal Angkatan Laut AS/ist

PUBLIKKALTIM.COM — Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) merilis video yang memperlihatkan rudal-rudal Teheran diarahkan ke kapal Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) di kawasan Selat Hormuz.

Video tersebut segera memicu perhatian internasional karena menampilkan pesan-pesan simbolis bernuansa religius dan politik pada badan rudal.

Dalam rekaman yang beredar di media Iran, sejumlah rudal tampak bertuliskan kalimat, “Dan Dia mengirimkan burung berbondong-bondong melawan mereka.”

Tulisan itu merujuk pada kisah Burung Ababil dalam Surah Al-Fiil di Al-Qur’an yang menggambarkan kehancuran pasukan penyerang oleh kekuatan Tuhan.

Selain itu, rudal lain memuat pesan berbunyi, “Untuk mengenang para siswi Minab yang gugur”.

Pesan tersebut merujuk pada insiden yang diklaim Iran sebagai serangan mematikan AS terhadap sebuah sekolah putri di Minab pada awal pecahnya konflik terbaru kedua negara.

Media pemerintah Iran tidak menjelaskan lokasi maupun waktu pengambilan video tersebut.

Namun, publikasi rekaman itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan militer antara Teheran dan Washington di jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.

Iran Klaim Serang Kapal Perang AS

Markas Besar Pusat Khatam Al Anbiya sebelumnya mengumumkan bahwa angkatan bersenjata Iran telah menargetkan kapal Angkatan Laut AS sebagai respons atas dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh Washington.

Iran menuding AS menyerang dua kapal tanker minyak Iran sehingga memicu aksi balasan militer.

“Pasukan kami memberikan respons tegas terhadap setiap agresi yang mengancam kedaulatan Iran,” kata juru bicara militer Iran dalam pernyataan yang disiarkan media nasional.

BERITA LAINNYA :  Serupa Tapi Tak Sama, Ini Beda Hukuman yang Diberikan Kepada Pelaku Penyiraman Air Keras di Indonesia dan Iran

AS kemudian membalas serangan tersebut dengan operasi terhadap sejumlah fasilitas militer Iran.

Washington menyebut serangan itu menyasar lokasi peluncuran rudal dan drone, pusat komando dan kendali, serta fasilitas intelijen dan pengawasan.

Menurut pihak militer Iran, serangan AS juga menghantam kawasan sipil di sepanjang pantai Pulau Qeshm, Bandar Khamir, dan Sirik.

Trump Tegaskan Gencatan Senjata Masih Berlaku

Di tengah meningkatnya baku tembak antara kedua negara, Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata dengan Iran masih tetap berlaku.

“Kami tetap berkomitmen menjaga stabilitas kawasan meskipun terjadi insiden militer,” ujar Trump kepada wartawan di Washington.

Meski demikian, situasi di Selat Hormuz masih memanas.

Jalur pelayaran yang menjadi salah satu rute utama distribusi minyak dunia itu kini berada dalam pengawasan ketat militer Iran dan AS.

Pengamat menilai perang narasi dan propaganda juga semakin intensif setelah kedua negara saling menyebarkan video serta klaim operasi militer masing-masing. (*)

1.054 Tayangan